PONDOK MODERN BERDIRI DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN
Pondok Modern Daarul Abror

Tinta Merah, Mengiringi Langkah 17 Santri Yang Dirumahkan

BANGKA – Belakangan ini, lingkungan pendidikan Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) menjadi sorotan menyusul permasalahan yang melibatkan jajaran pengurus Organisasi Pondok Modern Daarul Abror (OPPMDA)priode 2026-2027.

Peristiwa ini memicu perhatian luas, hingga mencapai perhatian di tingkat pusat, karena menyangkut esensi pendidikan, kedisiplinan, dan tanggung jawab amanah di lingkungan pesantren. Berbagai pihak sepakat meminta kejelasan dan sikap tegas agar aturan dan nilai pendidikan tetap terjaga.

Melalui proses panjang pendekatan, komunikasi intensif dengan seluruh elemen, serta pertimbangan mendalam terhadap kondisi lingkungan yang masih memerlukan pemulihan pasca gejolak yang sempat menjadi pembicaraan publik, pimpinan pondok akhirnya mengambil keputusan strategis dan bijak.

๐Ÿ“Œ KEPUTUSAN PENTING:
Demi kebaikan bersama, pemulihan suasana, dan proses perbaikan diri yang lebih tenang, disepakati bahwa para santri yang terlibat dalam peristiwa tersebut dikembalikan ke dalam pengasuhan orang tua masing-masing.

Langkah ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan bagian dari pendidikan dan tanggung jawab bersama agar semua paham bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan perbaikan karakter adalah tugas utama kita semua.

AKAR MASALAH: ANTARA HUBUNGAN, SIKAP, DAN PEMAHAMAN

Setiap peristiwa lahir dari rangkaian sebab-akibat yang saling berkaitan, dan tidak ada satu pihak pun yang bisa disalahkan sepenuhnya.

Meninjau kembali asal mula kejadian, situasi berlangsung di tengah kesibukan luar biasa yang menyita perhatian seluruh elemen pendidik. Saat itu, para guru dan asatidz sedang disibukkan dengan rangkaian kegiatan penting: proses pelepasan kader terbaik menuju perguruan tinggi, hingga membimbing santri kelas enam dalam agenda besar Market Day — sarana melatih jiwa kewirausahaan dan kemandirian.

Di tengah padatnya agenda tersebut, perhatian dan pendampingan langsung di lingkungan keseharian santri mengalami sedikit kelonggaran. Di sinilah ketegangan bermula: terindikasi adanya ketimpangan sikap. Di satu sisi ada perilaku yang meremehkan aturan dan kewibawaan, sementara di sisi lain muncul reaksi berlebihan yang melampaui koridor pendidikan.

Dinamika ini makin jelas jika melihat konteks pergantian kepengurusan. Pengurus lama yang habis masa tugasnya sedang mempersiapkan diri untuk kelulusan, jabatan diteruskan ke generasi baru kelas 5 yang masih muda, baru dilantik seumuran toge, dan sedang dalam tahap belajar.

"Kita harus jujur mengakui adanya kesenjangan antara amanah yang diterima dengan kesiapan bertindak. Mereka yang baru memegang tanggung jawab, belum sepenuhnya paham batas kewenangan dan makna kekuasaan sebagai pelayanan. Ketidaktahuan dan ketidaksempurnaan pemahaman inilah yang menjadi akar terjadinya tindakan melampaui aturan."
— Salah satu tenaga pendidik

Jelaslah bahwa masalah ini bukan soal niat buruk, melainkan soal kesiapan, kedewasaan, dan pemahaman yang belum utuh saat memegang amanah besar.

PENYESUAIAN SISTEM KEPENGURUSAN

Sebagai evaluasi menyeluruh dan langkah pencegahan, pimpinan menetapkan kebijakan besar dalam menata ulang struktur organisasi OPPMDA.

KEBIJAKAN PEMBENAHAN:
Seluruh wewenang, tugas, dan tanggung jawab pembinaan serta pengawasan santri selama 24 jam dikembalikan sepenuhnya kepada sistem pengasuhan utama yang dikelola langsung oleh para guru dan asatidz.

OPPMMDA sejatinya dibentuk sebagai wadah pendidikan karakter dan kepemimpinan, perpanjangan tangan pengasuh untuk melatih tanggung jawab. Namun pengalaman mengajarkan: menyerahkan kendali penuh kepada mereka yang masih belajar tanpa pendampingan ketat memiliki risiko. Organisasi disalahartikan sebagai kekuasaan mutlak, padahal ia sarana latihan.

"Organisasi itu ibarat senjata. Jika dipegang orang yang paham fungsinya, ia melindungi dan mendidik. Tapi jika dipegang mereka yang belum matang pemahamannya, ia justru bisa melukai. Inilah yang terjadi: sarana pendidikan disalahartikan karena belum paham batas dan tujuannya."

Langkah ini bukan menghapus peran santri, melainkan memperketat bimbingan dan mengembalikan fungsi ke jalur pendidikan yang benar.

REFLEKSI DAN PESAN BERHARGA

Peristiwa ini bukan sekadar masalah selesai, tapi cermin dan pelajaran besar. Kita diajak memahami akar dan konteks, bukan hanya melihat permukaan. Khususnya bagi santri kelas 4, diharapkan saat giliran mereka memegang amanah, sudah lebih matang dan paham makna tanggung jawab.

Pondok Modern Daarul Abror tetap berdiri tegak mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Dari peristiwa ini, terukir tiga pelajaran emas:

  • Amanah adalah kepercayaan, bukan kekuasaan.
  • Kedisiplinan harus dibarengi kebijaksanaan dan kasih sayang.
  • Setiap tahap belajar memerlukan bimbingan dan pendampingan ekstra.

Pembenahan ini dilakukan demi masa depan yang lebih baik, agar setiap santri tumbuh dalam suasana aman, dihargai, dan dididik dengan nilai-nilai luhur pesantren.

Ngeloni Santri 24 Jam: Saat Pendidikan Tak Boleh Kehilangan Ruhnya

Flashback: "CCTV Nggak Punya Ruh"


Tahun 2007, di mata kuliah Bimbingan Konseling, dosen saya Ibu Yayah Haryawati pernah ditanya: "Bu, apakah teknologi bisa menggantikan peran guru?"

Secanggih apapun teknologi, tidak bisa menggantikan guru. Kenapa? Karena guru punya daya sentuh yang berjiwa. Dan itu nggak bisa digantikan oleh apapun.

Hadirnya guru itu ibarat cas untuk jiwa murid. Hari ini kita ribut soal kekerasan di sekolah dan pondok. Solusinya? Pasang CCTV di mana-mana. Aman iya. Tapi kita lupa ada "CCTV jiwa" yang lebih penting.

CCTV jiwa itu guru yang mampu menanamkan nilai sampai anak merasa diawasi Allah meski nggak ada orang di sekitarnya. Tapi itu nggak akan terjadi kalau nggak ada ikatan batin.

Ikatan itu dibangun dari interaksi. Kalau nggak ada momen, kita sebagai guru harus menciptakan momen. Bisa dari hal kecil: nanya "sudah makan belum?", bercanda soal kaos kaki beda warna, duduk bareng saat olahraga sore. Hal kecil, tapi membekas dan menggugah semangat.

Kenapa Guru Hari Ini Sering "Nggak Ada"?

Kalau kita tanya "kemana guru saat siswa butuh?", ada beberapa jawaban yang bisa kita amati:

  • 1. Guru disibukkan tuntutan administrasi
    Guru sekarang lebih banyak bergelut dengan RPP, silabus, laporan kinerja, aplikasi A sampai Z. Akibatnya fokus mengajar jadi pecah. Bandingkan dengan dulu yang urusan administrasi nggak sebanyak ini.
  • 2. Daya Sentuh Psikologis: Jangan Cuma Lihat Salahnya
    Remaja hari ini banyak yang terjerumus pada penyimpangan dan kekerasan. Kalau ditelusuri, akarnya sering sama: kurangnya daya sentuh guru saat mereka bermasalah.
    Yang sering terjadi: anak bermasalah, guru langsung menyalahkan. Tidak ada usaha menggali lebih dalam, "Kenapa kamu sampai begitu?" Padahal perilaku itu biasanya gejala, bukan penyakit.
    Seharusnya, apapun stigma negatif yang melekat pada anak—entah karena kasus disiplin, nakal, atau bandel—kita tetap harus mencari sisi positifnya. Apresiasi hal kecil yang dia lakukan. Terus bimbing, arahkan, jangan dibuang.
    Kenapa? Karena masa depan mereka masih panjang. Saya sering ketemu anak yang dulu bandelnya minta ampun, tapi berubah 180 derajat setelah lulus. Kenapa? Karena ada satu kalimat positif dari guru yang nyangkut di kepalanya saat dia bermasalah. Kalimat itu jadi pegangan.
    Sebaliknya, ada juga anak yang dulunya juara, nilainya tertinggi. Tapi dia berhenti berkembang karena merasa "sudah cukup". Akhirnya stagnan, kalah jauh sama teman yang dulu biasa-biasa saja tapi terus belajar dan dibimbing.
    Di sinilah guru berperan. Kehadirannya harus bisa dirasakan seluruh siswa. Bukan cuma yang pintar dan penurut. Justru yang bandel dan bermasalah itu yang paling butuh disentuh.
  • 3. Dilema UU HAM dan orang tua
    Menegur keras salah. Membentak salah. Akhirnya banyak guru memilih diam dan membiarkan anak liar daripada berurusan. Apalagi pola asuh ortu Gen Z dan Milenial banyak yang ikut standar TikTok. Standarnya belum tentu pas untuk anak 10 tahun ke depan.
  • 4. Niat dan proses jadi guru yang belum matang
    Ada kawan kuliah yang ketika ditanya "serius mau jadi guru?", jawabnya enteng: "Daripada nganggur." Ada juga yang pas kuliah tugas, skripsi, penelitian dikerjakan orang lain. Hasilnya: sarjana keguruan tapi belum menguasai how to be a teacher untuk jadi guru yang dirindukan anak.
  • 5. Lupa menjiwai peran
    Gaji tinggi nggak cukup kalau nggak ikhlas. Yang penting itu guru mau mendengar keluh kesah anak. Mau introspeksi: "Apa metode saya yang salah sampai mereka nggak paham?" Sayangnya, ini jarang dilakukan kecuali guru yang memang punya ruh mendidik.

Belajar dari Prof. Afif Muhammad

Dulu saya kuliah S2 dengan Prof. Afif Muhammad di Pascasarjana UIN Bandung. Beliau paling ontime. Jam 7 pagi pun sudah hadir 15 menit sebelumnya.

Yang menarik, beliau ngajar filsafat yang berat tapi bisa bikin ringan. Setiap selesai menjelaskan, beliau tanya: "Sudah paham semua?"
Kami jawab kompak: "Paham, Prof!"
Tapi beliau menatap kami dan bilang: "Saya tahu kalian belum paham. Dari wajah kalian saya tahu."
Lalu beliau jelaskan lagi dengan bahasa yang lebih sederhana. Dan benar, kami paham.

Momen guru seperti ini butuh jam terbang tinggi, interaksi panjang, dan ikatan batin yang terus dibangun. Nggak bisa instan.

Ciptakan Momen, Sekecil Apapun

Jadi kapan terakhir kita menemukan momen berharga dengan siswa? Kalau belum ada, ciptakan sendiri. Nggak harus besar.

Dulu saya pernah tanya santri yang pakai kaos kaki beda warna:
"Kenapa beda?"
Dia jawab sambil ketawa: "Ustadz, yang penting kan kaos kaki. Walau nuansanya beda antara Sabang dan Merauke, setidaknya dia menghangatkan kaki saya di musim hujan."

Seisi kelas pun tertawa riuh, kemudian kami melanjutkan KBM dengan ceria.

Ah sudahlah, mari kita lanjutkan. Bayangkan mereka 10 tahun lagi dengan peran yang berbeda.

Untuk guru: teruslah menebar momen berharga. Tak apa kalau hari ini nggak dihargai, tak apa kalau anak belum suka. Kita hanya meminjam diri untuk membentuk karakter mereka agar tangguh di masa depan.

Ikhlaslah dalam mendidik santrimu, apapun dia dan kondisinya. Yakinlah, suatu saat Allah akan kirimkan orang yang lebih ikhlas dari kita untuk mendidik anak dan zurriyah kita.

Amin.

Abi Alfatih
Pojok Bumang, 17 Mei 2026.11.16

Daarul Abror Olympiade 2026

DAARUL ABROR OLYMPIADE: MERIAHNYA KOMPETISI OLAHRAGA DAN SENI

๐Ÿ“… 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA – Semangat sportivitas dan persaudaraan kembali terpatri dalam ajang bergengsi Daarul Abror Olympiade yang berlangsung mulai Senin, 27 April 2026 hingga Sabtu, 02 Mei 2026. Kompetisi ini mempertemukan talenta terbaik santri dalam berbagai cabang olahraga dan seni bela diri.

Foto Kegiatan
Berpose sebelum bertanding

Tidak kurang dari lima cabang dipertandingkan, meliputi Sepak Bola, Futsal, Voli, Bulu Tangkis, serta satu cabang seni yang berunsur olahraga yaitu Tapak Suci PERSIDAR.

"Olahraga bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kesehatan, kekompakan, dan sportivitas."

Kemeriahan Tapak Suci PERSIDAR

Khusus untuk cabang Tapak Suci, acara ini disuhui langsung oleh al-Ustadz Aris Baharuddin Siregar, MSI, dan al-Ustadz Deri Agustin Saputra Arsyi, SPd. Di lapangan, mereka didampingi oleh para pendekar senior yang handal antara lain Ustadz Rasya Guntama, Ustadz Afrizal Ivanza dan lainnya, yang mana mereka ini sebelumnya merupakan alumni perguruan yang siap membimbing dan mengawal jalannya pertandingan. (Red)

๐Ÿ“‹ Baca Juga

Empat regu tangguh telah bersiap dan bertanding memperebutkan gelar juara, yaitu Regu ๐ŸฏHarimau, Regu ๐ŸธKatak, Regu ๐Ÿ‰Naga, dan Regu ๐Ÿฆ…Rajawali. Mereka telah melalui proses latihan rutin yang panjang demi tampil maksimal di atas matras.

Daftar Tim dan Klub Peserta

⚽ Sepak Bola:

  • Abror United
  • Real Bangka FC
  • Forza FC
  • Academi FC

๐ŸŸ️ Futsal:

  • Emirates
  • At-Taqdom
  • Warior
  • La-Magica

๐Ÿ Voli:

  • Phoenix
  • Pegasus

๐Ÿธ Bulu Tangkis:

  • Student Star
  • Platinum
  • Amerta
  • Heroic

Puncak Acara dan Penghargaan

Seluruh rangkaian pertandingan dari berbagai cabang berakhir pada Sabtu, 02 Mei 2026. Suasana semakin memanas dan penuh haru saat memasuki sesi penutupan.

Acara ditutup secara resmi dengan prosesi penyerahan piala bergilir, medali, dan sertifikat penghargaan kepada perwakilan dari klub-klub pemenang. Senyum kebanggaan terpancar dari wajah para juara sebagai bukti kerja keras dan perjuangan mereka selama kompetisi berlangsung.

Semoga semangat kompetisi yang sehat ini terus terjaga dan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi.

๐ŸŒ Baca Juga: Artikel ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡Lainnya

Hiking PRATADA 2026

SEMANGAT MEMBARA! SANTRI DAARUL ABROR GELAR KEGIATAN HIKING

๐Ÿ“… 05 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA, 5 Mei 2026 – Suasana pagi di Pondok Modern Daarul Abror terasa sangat berbeda. Usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid dan melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an, para santri tidak langsung melakukan halaqoh seperti kebiasaan sehari-hari.

Hari ini adalah hari yang dinanti! Dengan semangat menggebu-gebu, mereka bergegas menuju area perkemahan di dalam komplek pondok untuk mempersiapkan segala keperluan kegiatan Hiking dalam rangka PRATADA VIII.

"Kesehatan adalah aset, namun semangat pantang menyerah adalah kunci segalanya."

Suasana Pagi Penuh Kekompakan

Di tengah kesibukan, terdengar lantunan lagu-lagu gembira dan yel-yel kepramukaan yang memeriahkan suasana. Sebelum berangkat, mereka mengikuti senam pagi dan sarapan bersama agar tenaga tetap prima.

Seluruh peserta kemudian berkumpul untuk mendengarkan pengarahan teknis. Materi mengenai tugas, ketentuan rute, dan tata tertib disampaikan oleh para Kakak Pembina yang sangat cakap, handal, dan berpengalaman. Mereka adalah Kak Frengki Jauhari, Kak M. Zikri, Kak Khoirul Anwar, Kak Akbar, dan Kak Rahmat. Tak lupa dukungan luar biasa dari Kak Mou lintas bagian yang selalu siap sedia dengan kamera di tangannya untuk mengabadikan setiap momen. (Red)

Pemeriksaan dan Perhatian Khusus

Kegiatan resmi dimulai oleh Pleton 07 yang terlebih dahulu melewati Pos 1 di dekat gerbang pondok untuk pemeriksaan atribut dan perlengkapan.

Bentuk kepedulian sangat terlihat bagi santri yang memiliki riwayat kesehatan seperti maag, asma, atau luka. Mereka dikelompokkan dalam regu khusus dengan atribut pembeda. Meskipun demikian, semangat mereka luar biasa besar dan tetap ingin ikut serta, dengan catatan tidak dilibatkan dalam aktivitas fisik berat. (Red)

⚠️ Larangan Keras Selama Kegiatan:

  • Mengusik, mengambil, atau merusak hak milik warga.
  • Melakukan tindakan di luar instruksi pembina.
  • Mengucapkan kata-kata kasar atau umpatan.

๐Ÿ‘ฎ Susunan Petugas & Materi di Setiap Pos:

Tim Petugas: 2 Guru Senior, 2 Guru Junior, dan 3-6 Santri Senior.

Materi Ujian & Tugas:

  • Pemeriksaan Atribut & Perlengkapan
  • Pengetahuan Umum
  • Sandi Morse, Kotak & Semaphore
  • Penghafalan Dasa Dharma
  • Melintasi Halang Rintang
  • Mencari Kelereng
  • Menelusuri Sungai
  • Menyampaikan Kesan dan Pesan

Perjalanan Menantang

Tepat pukul 09.12 WIB, regu terakhir pun bertolak meninggalkan Pos 1. Mereka berjalan dan berlari kecil sambil sesekali meneriakkan yel-yel kepramukaan yang membakar semangat.

Foto Kegiatan
Brefing Oleh pembina

Di sepanjang rute, keamanan dan kenyamanan terjaga berkat pengawalan ketat dari para Asatidz dan petugas yang tersebar di titik-titik strategis. Tim P3K pun tak kalah sigap, hilir mudik memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke pos terakhir yang berada di lingkungan pondok.

๐Ÿ“‹ ARTIKEL TERKAIT

Kegiatan hiking pun usai dengan kedatangan regu terakhir pukul 10.35 yang tiba di area pondok dengan wajah-wajah ceria, penuh kebanggaan, dan kenangan manis yang tak terlupakan.

๐ŸŒ Baca Juga: Artikel Lainnya๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Semangat PRATADA VIII 2026

Berita: Pembukaan PRATADA VIII Daarul Abror

Semangat dan Disiplin Membara: Perkemahan (Rutin) Akhir Tahun (PRATADA) VIII 2026 Daarul Abror Bangka

๐Ÿ“… 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Upacara Pembukaan PRATADA VIII

BANGKA – Semangat kebersamaan dan kedisiplinan kembali terlihat kental di lingkungan Pondok Modern Daarul Abror. Hari ini, Senin 04 Mei 2026, secara resmi dibuka kegiatan Perkemahan Rutin Akhir Tahun (PRATADA) VIII oleh seluruh santri dan para guru putra pondok.

Pembukaan acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kesenian dan olahraga yang telah berlangsung sebelumnya. Mulai dari ajang bergengsi Public Speaking Contest, Master of Ceremony Contest, hingga Daarul Abror Olympiade yang mempertandingkan cabang olahraga seperti sepak bola, futsal, bola tangkis, voli, dan tapak suci telah sukses digelar dan memanaskan suasana.

Disiplin adalah fondasi utama bagi seorang pemimpin. Tanpa disiplin, ilmu dan kemampuan lain tidak akan berguna maksimal.
- KH. Sofyan Abuyamin, pimpinan pondok modern Daarul Abror Bangka.

Persiapan Maksimal demi Kesuksesan Acara

Usai penyerahan tropi, sertifikat, dan medali bagi para pemenang pada Ahad pagi (03/05), suasana langsung bertransformasi. Para santri beserta para Asatidz pembimbing keperamukaan saling bahu membahu mempersiapkan segala keperluan perkemahan. Kerjasama yang solid ini menjadi bukti nyata kekompakan dan tanggung jawab yang tinggi demi suksesnya PRATADA VIII 2026.

Upacara Pembukaan Penuh Khidmat

Acara pembukaan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan bola. Upacara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, para dewan guru, serta seluruh anggota Pramuka santri putra.

Dalam amanatnya yang disampaikan dalam Bahasa Arab, Pimpinan Pondok selaku Inspektur Upacara berpesan agar seluruh santri senantiasa menjaga semangat dan berdisiplin tinggi. Beliau menekankan bahwa hal tersebut adalah bekal utama untuk menjadi pemimpin di masa depan, selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, selanjutnya dalam acara penutupan Dalam suasana api unggun yang menyala, beliau kembali menekankan pentingnya menjaga semangat agar terus membara. Semangat itu ibarat nyala api namun tak boleh padam.(Red).

Tampilan Apresiasi dan Kreativitas

Usai mengikuti upacara dengan tertib, para santri mempersembahkan berbagai penampilan memukau dari setiap pleton. Dengan piawai dan penuh percaya diri, mereka menampilkan yel-yel yang membakar semangat, sandi semaphore, hingga pensi cerita sejarah pahlawan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan pada sore harinya dilanjutka dengan aneka macam perlombaan.

1 / 5
Foto Kegiatan 1
Inspeksi Barisan oleh Inspektur dan para guru
2 / 5
Foto Kegiatan 2
Penampilan Pensi
3 / 5
Foto Kegiatan 3
Di Antara Perlombaan
4 / 5
Foto Kegiatan 4
Tenda ku Surgaku
5 / 5
Foto Kegiatan 5
Acara Api unggun

Rangkaian Acara Pratada

Kegiatan perkemahan ini berlangsung selama beberapa hari ke depan. Besoknya, Selasa 05 Mei 2026, agenda dilanjutkan dengan kegiatan Hiking yang menantang untuk melatih fisik dan mental, serta ditutup secara meriah dengan acara api unggun pada malam harinya.

๐Ÿ“‹ BERITA TERKAIT

Semoga kegiatan PRATADA VIII ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembentukan karakter santri yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi.

Lihat juga: Artikel lainnya di sini.๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡