DAARUL ABROR PUTRA

ASRAMA BABEL

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRA

ASRAMA BAGHDAD

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRA

TAMAN BACA SANTRI

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRA

PEMILIHAN KETUA OPPMDA

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRA

KANTOR ADMINISTRASI

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRA

KELAS PUTRA

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRI

KANTOR ADMISISTRASI PUTRI

INFO PENDAFTARAN.!
DAARUL ABROR PUTRI

ASRAMA AISYAH

INFO PENDAFTARAN!
DAARUL ABROR PUTRI

ASRAMA FATHIMAH

INFO PENDAFTARAN
DAARUL ABROR PUTRI

ASRAMA AISYAH

INFO PENDAFTARAN!
DAARUL ABROR PUTRA

DAAARUL ABROR OLYMPIADE

INFO PENDAFTARAN
DAARUL ABROR PUTRI

GEDUNG MADINAH

INFO PENDAFTARAN!
DAARUL ABROR PUTRI

RUANG KELAS PUTRI

INFO PENDAFTARAN
DAARUL ABROR PUTRI

TAMAN BACA

INFO PENDAFTARAN!
DAARUL ABROR PUTRA

AULA MASJID

INFO PENDAFTARAN

OUR LATES POST

PONDOK MODERN BERDIRI DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN

Ngeloni Santri 24 Jam: Saat Pendidikan Tak Boleh Kehilangan Ruhnya

Flashback: "CCTV Nggak Punya Ruh"


Tahun 2007, di mata kuliah Bimbingan Konseling, dosen saya Ibu Yayah Haryawati pernah ditanya: "Bu, apakah teknologi bisa menggantikan peran guru?"

Secanggih apapun teknologi, tidak bisa menggantikan guru. Kenapa? Karena guru punya daya sentuh yang berjiwa. Dan itu nggak bisa digantikan oleh apapun.

Hadirnya guru itu ibarat cas untuk jiwa murid. Hari ini kita ribut soal kekerasan di sekolah dan pondok. Solusinya? Pasang CCTV di mana-mana. Aman iya. Tapi kita lupa ada "CCTV jiwa" yang lebih penting.

CCTV jiwa itu guru yang mampu menanamkan nilai sampai anak merasa diawasi Allah meski nggak ada orang di sekitarnya. Tapi itu nggak akan terjadi kalau nggak ada ikatan batin.

Ikatan itu dibangun dari interaksi. Kalau nggak ada momen, kita sebagai guru harus menciptakan momen. Bisa dari hal kecil: nanya "sudah makan belum?", bercanda soal kaos kaki beda warna, duduk bareng saat olahraga sore. Hal kecil, tapi membekas dan menggugah semangat.

Kenapa Guru Hari Ini Sering "Nggak Ada"?

Kalau kita tanya "kemana guru saat siswa butuh?", ada beberapa jawaban yang bisa kita amati:

  • 1. Guru disibukkan tuntutan administrasi
    Guru sekarang lebih banyak bergelut dengan RPP, silabus, laporan kinerja, aplikasi A sampai Z. Akibatnya fokus mengajar jadi pecah. Bandingkan dengan dulu yang urusan administrasi nggak sebanyak ini.
  • 2. Daya Sentuh Psikologis: Jangan Cuma Lihat Salahnya
    Remaja hari ini banyak yang terjerumus pada penyimpangan dan kekerasan. Kalau ditelusuri, akarnya sering sama: kurangnya daya sentuh guru saat mereka bermasalah.
    Yang sering terjadi: anak bermasalah, guru langsung menyalahkan. Tidak ada usaha menggali lebih dalam, "Kenapa kamu sampai begitu?" Padahal perilaku itu biasanya gejala, bukan penyakit.
    Seharusnya, apapun stigma negatif yang melekat pada anak—entah karena kasus disiplin, nakal, atau bandel—kita tetap harus mencari sisi positifnya. Apresiasi hal kecil yang dia lakukan. Terus bimbing, arahkan, jangan dibuang.
    Kenapa? Karena masa depan mereka masih panjang. Saya sering ketemu anak yang dulu bandelnya minta ampun, tapi berubah 180 derajat setelah lulus. Kenapa? Karena ada satu kalimat positif dari guru yang nyangkut di kepalanya saat dia bermasalah. Kalimat itu jadi pegangan.
    Sebaliknya, ada juga anak yang dulunya juara, nilainya tertinggi. Tapi dia berhenti berkembang karena merasa "sudah cukup". Akhirnya stagnan, kalah jauh sama teman yang dulu biasa-biasa saja tapi terus belajar dan dibimbing.
    Di sinilah guru berperan. Kehadirannya harus bisa dirasakan seluruh siswa. Bukan cuma yang pintar dan penurut. Justru yang bandel dan bermasalah itu yang paling butuh disentuh.
  • 3. Dilema UU HAM dan orang tua
    Menegur keras salah. Membentak salah. Akhirnya banyak guru memilih diam dan membiarkan anak liar daripada berurusan. Apalagi pola asuh ortu Gen Z dan Milenial banyak yang ikut standar TikTok. Standarnya belum tentu pas untuk anak 10 tahun ke depan.
  • 4. Niat dan proses jadi guru yang belum matang
    Ada kawan kuliah yang ketika ditanya "serius mau jadi guru?", jawabnya enteng: "Daripada nganggur." Ada juga yang pas kuliah tugas, skripsi, penelitian dikerjakan orang lain. Hasilnya: sarjana keguruan tapi belum menguasai how to be a teacher untuk jadi guru yang dirindukan anak.
  • 5. Lupa menjiwai peran
    Gaji tinggi nggak cukup kalau nggak ikhlas. Yang penting itu guru mau mendengar keluh kesah anak. Mau introspeksi: "Apa metode saya yang salah sampai mereka nggak paham?" Sayangnya, ini jarang dilakukan kecuali guru yang memang punya ruh mendidik.

Belajar dari Prof. Afif Muhammad

Dulu saya kuliah S2 dengan Prof. Afif Muhammad di Pascasarjana UIN Bandung. Beliau paling ontime. Jam 7 pagi pun sudah hadir 15 menit sebelumnya.

Yang menarik, beliau ngajar filsafat yang berat tapi bisa bikin ringan. Setiap selesai menjelaskan, beliau tanya: "Sudah paham semua?"
Kami jawab kompak: "Paham, Prof!"
Tapi beliau menatap kami dan bilang: "Saya tahu kalian belum paham. Dari wajah kalian saya tahu."
Lalu beliau jelaskan lagi dengan bahasa yang lebih sederhana. Dan benar, kami paham.

Momen guru seperti ini butuh jam terbang tinggi, interaksi panjang, dan ikatan batin yang terus dibangun. Nggak bisa instan.

Ciptakan Momen, Sekecil Apapun

Jadi kapan terakhir kita menemukan momen berharga dengan siswa? Kalau belum ada, ciptakan sendiri. Nggak harus besar.

Dulu saya pernah tanya santri yang pakai kaos kaki beda warna:
"Kenapa beda?"
Dia jawab sambil ketawa: "Ustadz, yang penting kan kaos kaki. Walau nuansanya beda antara Sabang dan Merauke, setidaknya dia menghangatkan kaki saya di musim hujan."

Seisi kelas pun tertawa riuh, kemudian kami melanjutkan KBM dengan ceria.

Ah sudahlah, mari kita lanjutkan. Bayangkan mereka 10 tahun lagi dengan peran yang berbeda.

Untuk guru: teruslah menebar momen berharga. Tak apa kalau hari ini nggak dihargai, tak apa kalau anak belum suka. Kita hanya meminjam diri untuk membentuk karakter mereka agar tangguh di masa depan.

Ikhlaslah dalam mendidik santrimu, apapun dia dan kondisinya. Yakinlah, suatu saat Allah akan kirimkan orang yang lebih ikhlas dari kita untuk mendidik anak dan zurriyah kita.

Amin.

Abi Alfatih
Pojok Bumang, 17 Mei 2026.11.16

Daarul Abror Olympiade 2026

DAARUL ABROR OLYMPIADE: MERIAHNYA KOMPETISI OLAHRAGA DAN SENI

๐Ÿ“… 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA – Semangat sportivitas dan persaudaraan kembali terpatri dalam ajang bergengsi Daarul Abror Olympiade yang berlangsung mulai Senin, 27 April 2026 hingga Sabtu, 02 Mei 2026. Kompetisi ini mempertemukan talenta terbaik santri dalam berbagai cabang olahraga dan seni bela diri.

Foto Kegiatan
Berpose sebelum bertanding

Tidak kurang dari lima cabang dipertandingkan, meliputi Sepak Bola, Futsal, Voli, Bulu Tangkis, serta satu cabang seni yang berunsur olahraga yaitu Tapak Suci PERSIDAR.

"Olahraga bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kesehatan, kekompakan, dan sportivitas."

Kemeriahan Tapak Suci PERSIDAR

Khusus untuk cabang Tapak Suci, acara ini disuhui langsung oleh al-Ustadz Aris Baharuddin Siregar, MSI, dan al-Ustadz Deri Agustin Saputra Arsyi, SPd. Di lapangan, mereka didampingi oleh para pendekar senior yang handal antara lain Ustadz Rasya Guntama, Ustadz Afrizal Ivanza dan lainnya, yang mana mereka ini sebelumnya merupakan alumni perguruan yang siap membimbing dan mengawal jalannya pertandingan. (Red)

๐Ÿ“‹ Baca Juga

Empat regu tangguh telah bersiap dan bertanding memperebutkan gelar juara, yaitu Regu ๐ŸฏHarimau, Regu ๐ŸธKatak, Regu ๐Ÿ‰Naga, dan Regu ๐Ÿฆ…Rajawali. Mereka telah melalui proses latihan rutin yang panjang demi tampil maksimal di atas matras.

Daftar Tim dan Klub Peserta

⚽ Sepak Bola:

  • Abror United
  • Real Bangka FC
  • Forza FC
  • Academi FC

๐ŸŸ️ Futsal:

  • Emirates
  • At-Taqdom
  • Warior
  • La-Magica

๐Ÿ Voli:

  • Phoenix
  • Pegasus

๐Ÿธ Bulu Tangkis:

  • Student Star
  • Platinum
  • Amerta
  • Heroic

Puncak Acara dan Penghargaan

Seluruh rangkaian pertandingan dari berbagai cabang berakhir pada Sabtu, 02 Mei 2026. Suasana semakin memanas dan penuh haru saat memasuki sesi penutupan.

Acara ditutup secara resmi dengan prosesi penyerahan piala bergilir, medali, dan sertifikat penghargaan kepada perwakilan dari klub-klub pemenang. Senyum kebanggaan terpancar dari wajah para juara sebagai bukti kerja keras dan perjuangan mereka selama kompetisi berlangsung.

Semoga semangat kompetisi yang sehat ini terus terjaga dan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi.

๐ŸŒ Baca Juga: Artikel ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡Lainnya

Hiking PRATADA 2026

SEMANGAT MEMBARA! SANTRI DAARUL ABROR GELAR KEGIATAN HIKING

๐Ÿ“… 05 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA, 5 Mei 2026 – Suasana pagi di Pondok Modern Daarul Abror terasa sangat berbeda. Usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid dan melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an, para santri tidak langsung melakukan halaqoh seperti kebiasaan sehari-hari.

Hari ini adalah hari yang dinanti! Dengan semangat menggebu-gebu, mereka bergegas menuju area perkemahan di dalam komplek pondok untuk mempersiapkan segala keperluan kegiatan Hiking dalam rangka PRATADA VIII.

"Kesehatan adalah aset, namun semangat pantang menyerah adalah kunci segalanya."

Suasana Pagi Penuh Kekompakan

Di tengah kesibukan, terdengar lantunan lagu-lagu gembira dan yel-yel kepramukaan yang memeriahkan suasana. Sebelum berangkat, mereka mengikuti senam pagi dan sarapan bersama agar tenaga tetap prima.

Seluruh peserta kemudian berkumpul untuk mendengarkan pengarahan teknis. Materi mengenai tugas, ketentuan rute, dan tata tertib disampaikan oleh para Kakak Pembina yang sangat cakap, handal, dan berpengalaman. Mereka adalah Kak Frengki Jauhari, Kak M. Zikri, Kak Khoirul Anwar, Kak Akbar, dan Kak Rahmat. Tak lupa dukungan luar biasa dari Kak Mou lintas bagian yang selalu siap sedia dengan kamera di tangannya untuk mengabadikan setiap momen. (Red)

Pemeriksaan dan Perhatian Khusus

Kegiatan resmi dimulai oleh Pleton 07 yang terlebih dahulu melewati Pos 1 di dekat gerbang pondok untuk pemeriksaan atribut dan perlengkapan.

Bentuk kepedulian sangat terlihat bagi santri yang memiliki riwayat kesehatan seperti maag, asma, atau luka. Mereka dikelompokkan dalam regu khusus dengan atribut pembeda. Meskipun demikian, semangat mereka luar biasa besar dan tetap ingin ikut serta, dengan catatan tidak dilibatkan dalam aktivitas fisik berat. (Red)

⚠️ Larangan Keras Selama Kegiatan:

  • Mengusik, mengambil, atau merusak hak milik warga.
  • Melakukan tindakan di luar instruksi pembina.
  • Mengucapkan kata-kata kasar atau umpatan.

๐Ÿ‘ฎ Susunan Petugas & Materi di Setiap Pos:

Tim Petugas: 2 Guru Senior, 2 Guru Junior, dan 3-6 Santri Senior.

Materi Ujian & Tugas:

  • Pemeriksaan Atribut & Perlengkapan
  • Pengetahuan Umum
  • Sandi Morse, Kotak & Semaphore
  • Penghafalan Dasa Dharma
  • Melintasi Halang Rintang
  • Mencari Kelereng
  • Menelusuri Sungai
  • Menyampaikan Kesan dan Pesan

Perjalanan Menantang

Tepat pukul 09.12 WIB, regu terakhir pun bertolak meninggalkan Pos 1. Mereka berjalan dan berlari kecil sambil sesekali meneriakkan yel-yel kepramukaan yang membakar semangat.

Foto Kegiatan
Brefing Oleh pembina

Di sepanjang rute, keamanan dan kenyamanan terjaga berkat pengawalan ketat dari para Asatidz dan petugas yang tersebar di titik-titik strategis. Tim P3K pun tak kalah sigap, hilir mudik memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke pos terakhir yang berada di lingkungan pondok.

๐Ÿ“‹ ARTIKEL TERKAIT

Kegiatan hiking pun usai dengan kedatangan regu terakhir pukul 10.35 yang tiba di area pondok dengan wajah-wajah ceria, penuh kebanggaan, dan kenangan manis yang tak terlupakan.

๐ŸŒ Baca Juga: Artikel Lainnya๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Semangat PRATADA VIII 2026

Berita: Pembukaan PRATADA VIII Daarul Abror

Semangat dan Disiplin Membara: Perkemahan (Rutin) Akhir Tahun (PRATADA) VIII 2026 Daarul Abror Bangka

๐Ÿ“… 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | ๐Ÿ“ Kegiatan Santri
Upacara Pembukaan PRATADA VIII

BANGKA – Semangat kebersamaan dan kedisiplinan kembali terlihat kental di lingkungan Pondok Modern Daarul Abror. Hari ini, Senin 04 Mei 2026, secara resmi dibuka kegiatan Perkemahan Rutin Akhir Tahun (PRATADA) VIII oleh seluruh santri dan para guru putra pondok.

Pembukaan acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kesenian dan olahraga yang telah berlangsung sebelumnya. Mulai dari ajang bergengsi Public Speaking Contest, Master of Ceremony Contest, hingga Daarul Abror Olympiade yang mempertandingkan cabang olahraga seperti sepak bola, futsal, bola tangkis, voli, dan tapak suci telah sukses digelar dan memanaskan suasana.

Disiplin adalah fondasi utama bagi seorang pemimpin. Tanpa disiplin, ilmu dan kemampuan lain tidak akan berguna maksimal.
- KH. Sofyan Abuyamin, pimpinan pondok modern Daarul Abror Bangka.

Persiapan Maksimal demi Kesuksesan Acara

Usai penyerahan tropi, sertifikat, dan medali bagi para pemenang pada Ahad pagi (03/05), suasana langsung bertransformasi. Para santri beserta para Asatidz pembimbing keperamukaan saling bahu membahu mempersiapkan segala keperluan perkemahan. Kerjasama yang solid ini menjadi bukti nyata kekompakan dan tanggung jawab yang tinggi demi suksesnya PRATADA VIII 2026.

Upacara Pembukaan Penuh Khidmat

Acara pembukaan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan bola. Upacara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, para dewan guru, serta seluruh anggota Pramuka santri putra.

Dalam amanatnya yang disampaikan dalam Bahasa Arab, Pimpinan Pondok selaku Inspektur Upacara berpesan agar seluruh santri senantiasa menjaga semangat dan berdisiplin tinggi. Beliau menekankan bahwa hal tersebut adalah bekal utama untuk menjadi pemimpin di masa depan, selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, selanjutnya dalam acara penutupan Dalam suasana api unggun yang menyala, beliau kembali menekankan pentingnya menjaga semangat agar terus membara. Semangat itu ibarat nyala api namun tak boleh padam.(Red).

Tampilan Apresiasi dan Kreativitas

Usai mengikuti upacara dengan tertib, para santri mempersembahkan berbagai penampilan memukau dari setiap pleton. Dengan piawai dan penuh percaya diri, mereka menampilkan yel-yel yang membakar semangat, sandi semaphore, hingga pensi cerita sejarah pahlawan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan pada sore harinya dilanjutka dengan aneka macam perlombaan.

1 / 5
Foto Kegiatan 1
Inspeksi Barisan oleh Inspektur dan para guru
2 / 5
Foto Kegiatan 2
Penampilan Pensi
3 / 5
Foto Kegiatan 3
Di Antara Perlombaan
4 / 5
Foto Kegiatan 4
Tenda ku Surgaku
5 / 5
Foto Kegiatan 5
Acara Api unggun

Rangkaian Acara Pratada

Kegiatan perkemahan ini berlangsung selama beberapa hari ke depan. Besoknya, Selasa 05 Mei 2026, agenda dilanjutkan dengan kegiatan Hiking yang menantang untuk melatih fisik dan mental, serta ditutup secara meriah dengan acara api unggun pada malam harinya.

๐Ÿ“‹ BERITA TERKAIT

Semoga kegiatan PRATADA VIII ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembentukan karakter santri yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi.

Lihat juga: Artikel lainnya di sini.๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

MENATA HATI, MENGASAH ILMU, MENGUKIR KETELADAN


Setiap perjalanan hidup dan tanggung jawab yang kita emban tentu menyimpan pelajaran berharga. Ada hikmah yang bisa kita renungkan bersama tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

BAGIAN PERTAMA: MENATA HATI DAN MEMBENAHI DIRI

Oleh; al-Ustadz. KH, Sofyan Abuyaamin

Seringkali kita lupa untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi diri, dan memperbaiki apa yang mungkin kurang. Ada nilai-nilai luhur yang bisa menjadi cahaya penuntun kita:

1. Membangun Etos Kerja dan Rasa Amanah

Bekerja dan beraktivitas bukan sekadar soal mencari nafkah, melainkan tentang bagaimana kita memaknai setiap tugas sebagai kepercayaan dan kesempatan besar.

- Hakikat Amanah: Sebuah tanggung jawab adalah ibarat janji suci. Mengabaikan atau melalaikannya bukanlah hal kecil, karena itu berarti kita tidak menjaga kepercayaan yang diberikan. Ingatlah, lawan dari kelalaian adalah ketekunan dan kesungguhan hati.

- Makna Ihsan: Ada keindahan dalam bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas tanpa mengharap pujian. Cukup Allah SWT yang Maha Mengetahui dan Maha Memberi Balasan. Niatkanlah setiap keringat dan usaha sebagai bentuk ibadah yang tulus.

2. Kunci Menjadi Lebih Baik

Untuk terus tumbuh dan berkembang, ada tiga hal indah yang bisa kita pegang:

1. Meluruskan Niat: Mencari rezeki itu suci, apalagi jika dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan amanah. Justru, kelalaian dalam tugaslah yang bisa menjadi penghalang datangnya keberkahan.

2. Kedisiplinan: Ketertiban bisa dilihat dari bagaimana kita mengatur waktu dan prioritas. Ketika kewajiban utama kepada Allah dijaga dengan baik, insya Allah urusan dunia dan pekerjaan pun akan terbentang dengan lancar.

3. Mengharap Ridho Ilahi: Jadikan keridhaan-Nya sebagai tujuan utama, melebihi sekadar pengakuan atau jabatan semata.

BAGIAN KEDUA: MENGASAH KEMAMPUAN DAN PEMAHAMAN

Oleh: al-Ustadz. KH. Ahmad Yani, SAg

Selain hati yang bersih, kita juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas dan kemampuan yang mumpuni dalam mengelola setiap urusan.

Tiga Bekal Utama

Agar setiap langkah membawa hasil yang maksimal, ada tiga kemampuan yang sangat berguna:

1. Pemahaman Konsep: Belajarlah untuk memahami gambaran besar dan tujuan dari apa yang kita lakukan. Jangan hanya bekerja "asal selesai", tapi pahami makna, visi, dan arah tujuannya.

2. Keahlian Teknis: Menguasai cara kerja dan metode yang benar agar setiap tugas diselesaikan dengan profesional.

3. Kemampuan Bersosialisasi: Bijak dalam berinteraksi, memahami karakter orang lain, dan mengambil keputusan yang tepat.

Cara Menyikapi Tantangan

Terkadang kita merasa jalan terasa berat karena kurangnya pemahaman akan tujuan. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu:

- Berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan kebenaran.

- Menggunakan pendekatan yang edukatif dan penuh kasih sayang.

- Selalu memotivasi diri dan orang lain untuk terus maju.

- Menghargai setiap proses dan kemajuan yang dicapai.

- Memiliki arahan yang jelas dalam setiap langkah.

RENUNGAN

Mari kita simak dan hayati pesan mendalam ini sebagai penyegar jiwa:

"MENGHIDUPKAN, BUKAN SEKADAR MENCARI PENGHIDUPAN."

Kehadiran kita di mana pun bukan sekadar untuk "mengisi ruang" atau hadir secara fisik semata. Tapi hadir untuk memberi manfaat, memberi warna, dan memberi pengaruh baik.

Bekerjalah bukan hanya karena perintah, tapi karena paham akan tujuan dan tanggung jawab besar di baliknya. Mari bangkit bersama, perbaiki niat, teguhkan amanah, dan perbanyak ilmu, demi kebaikan bersama dan ridho Allah SWT.