PONDOK MODERN BERDIRI DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN

Daarul Abror Olympiade 2026

DAARUL ABROR OLYMPIADE: MERIAHNYA KOMPETISI OLAHRAGA DAN SENI

📅 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | 📁 Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA – Semangat sportivitas dan persaudaraan kembali terpatri dalam ajang bergengsi Daarul Abror Olympiade yang berlangsung mulai Senin, 27 April 2026 hingga Sabtu, 02 Mei 2026. Kompetisi ini mempertemukan talenta terbaik santri dalam berbagai cabang olahraga dan seni bela diri.

Foto Kegiatan
Berpose sebelum bertanding

Tidak kurang dari lima cabang dipertandingkan, meliputi Sepak Bola, Futsal, Voli, Bulu Tangkis, serta satu cabang seni yang berunsur olahraga yaitu Tapak Suci PERSIDAR.

"Olahraga bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kesehatan, kekompakan, dan sportivitas."

Kemeriahan Tapak Suci PERSIDAR

Khusus untuk cabang Tapak Suci, acara ini disuhui langsung oleh al-Ustadz Aris Baharuddin Siregar, MSI, dan al-Ustadz Deri Agustin Saputra Arsyi, SPd. Di lapangan, mereka didampingi oleh para pendekar senior yang handal antara lain Ustadz Rasya Guntama, Ustadz Afrizal Ivanza dan lainnya, yang mana mereka ini sebelumnya merupakan alumni perguruan yang siap membimbing dan mengawal jalannya pertandingan. (Red)

📋 Baca Juga

Empat regu tangguh telah bersiap dan bertanding memperebutkan gelar juara, yaitu Regu 🐯Harimau, Regu 🐸Katak, Regu 🐉Naga, dan Regu 🦅Rajawali. Mereka telah melalui proses latihan rutin yang panjang demi tampil maksimal di atas matras.

Daftar Tim dan Klub Peserta

⚽ Sepak Bola:

  • Abror United
  • Real Bangka FC
  • Forza FC
  • Academi FC

🏟️ Futsal:

  • Emirates
  • At-Taqdom
  • Warior
  • La-Magica

🏐 Voli:

  • Phoenix
  • Pegasus

🏸 Bulu Tangkis:

  • Student Star
  • Platinum
  • Amerta
  • Heroic

Puncak Acara dan Penghargaan

Seluruh rangkaian pertandingan dari berbagai cabang berakhir pada Sabtu, 02 Mei 2026. Suasana semakin memanas dan penuh haru saat memasuki sesi penutupan.

Acara ditutup secara resmi dengan prosesi penyerahan piala bergilir, medali, dan sertifikat penghargaan kepada perwakilan dari klub-klub pemenang. Senyum kebanggaan terpancar dari wajah para juara sebagai bukti kerja keras dan perjuangan mereka selama kompetisi berlangsung.

Semoga semangat kompetisi yang sehat ini terus terjaga dan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi.

🌐 Baca Juga: Artikel 👇👇Lainnya

Hiking PRATADA 2026

SEMANGAT MEMBARA! SANTRI DAARUL ABROR GELAR KEGIATAN HIKING

📅 05 Mei 2026 | ✍️ Admin | 📁 Kegiatan Santri
Foto Utama

BANGKA, 5 Mei 2026 – Suasana pagi di Pondok Modern Daarul Abror terasa sangat berbeda. Usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid dan melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an, para santri tidak langsung melakukan halaqoh seperti kebiasaan sehari-hari.

Hari ini adalah hari yang dinanti! Dengan semangat menggebu-gebu, mereka bergegas menuju area perkemahan di dalam komplek pondok untuk mempersiapkan segala keperluan kegiatan Hiking dalam rangka PRATADA VIII.

"Kesehatan adalah aset, namun semangat pantang menyerah adalah kunci segalanya."

Suasana Pagi Penuh Kekompakan

Di tengah kesibukan, terdengar lantunan lagu-lagu gembira dan yel-yel kepramukaan yang memeriahkan suasana. Sebelum berangkat, mereka mengikuti senam pagi dan sarapan bersama agar tenaga tetap prima.

Seluruh peserta kemudian berkumpul untuk mendengarkan pengarahan teknis. Materi mengenai tugas, ketentuan rute, dan tata tertib disampaikan oleh para Kakak Pembina yang sangat cakap, handal, dan berpengalaman. Mereka adalah Kak Frengki Jauhari, Kak M. Zikri, Kak Khoirul Anwar, Kak Akbar, dan Kak Rahmat. Tak lupa dukungan luar biasa dari Kak Mou lintas bagian yang selalu siap sedia dengan kamera di tangannya untuk mengabadikan setiap momen. (Red)

Pemeriksaan dan Perhatian Khusus

Kegiatan resmi dimulai oleh Pleton 07 yang terlebih dahulu melewati Pos 1 di dekat gerbang pondok untuk pemeriksaan atribut dan perlengkapan.

Bentuk kepedulian sangat terlihat bagi santri yang memiliki riwayat kesehatan seperti maag, asma, atau luka. Mereka dikelompokkan dalam regu khusus dengan atribut pembeda. Meskipun demikian, semangat mereka luar biasa besar dan tetap ingin ikut serta, dengan catatan tidak dilibatkan dalam aktivitas fisik berat. (Red)

⚠️ Larangan Keras Selama Kegiatan:

  • Mengusik, mengambil, atau merusak hak milik warga.
  • Melakukan tindakan di luar instruksi pembina.
  • Mengucapkan kata-kata kasar atau umpatan.

👮 Susunan Petugas & Materi di Setiap Pos:

Tim Petugas: 2 Guru Senior, 2 Guru Junior, dan 3-6 Santri Senior.

Materi Ujian & Tugas:

  • Pemeriksaan Atribut & Perlengkapan
  • Pengetahuan Umum
  • Sandi Morse, Kotak & Semaphore
  • Penghafalan Dasa Dharma
  • Melintasi Halang Rintang
  • Mencari Kelereng
  • Menelusuri Sungai
  • Menyampaikan Kesan dan Pesan

Perjalanan Menantang

Tepat pukul 09.12 WIB, regu terakhir pun bertolak meninggalkan Pos 1. Mereka berjalan dan berlari kecil sambil sesekali meneriakkan yel-yel kepramukaan yang membakar semangat.

Foto Kegiatan
Brefing Oleh pembina

Di sepanjang rute, keamanan dan kenyamanan terjaga berkat pengawalan ketat dari para Asatidz dan petugas yang tersebar di titik-titik strategis. Tim P3K pun tak kalah sigap, hilir mudik memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke pos terakhir yang berada di lingkungan pondok.

📋 ARTIKEL TERKAIT

Kegiatan hiking pun usai dengan kedatangan regu terakhir pukul 10.35 yang tiba di area pondok dengan wajah-wajah ceria, penuh kebanggaan, dan kenangan manis yang tak terlupakan.

🌐 Baca Juga: Artikel Lainnya👇👇

Semangat PRATADA VIII 2026

Berita: Pembukaan PRATADA VIII Daarul Abror

Semangat dan Disiplin Membara: Perkemahan (Rutin) Akhir Tahun (PRATADA) VIII 2026 Daarul Abror Bangka

📅 04 Mei 2026 | ✍️ Admin | 📁 Kegiatan Santri
Upacara Pembukaan PRATADA VIII

BANGKA – Semangat kebersamaan dan kedisiplinan kembali terlihat kental di lingkungan Pondok Modern Daarul Abror. Hari ini, Senin 04 Mei 2026, secara resmi dibuka kegiatan Perkemahan Rutin Akhir Tahun (PRATADA) VIII oleh seluruh santri dan para guru putra pondok.

Pembukaan acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kesenian dan olahraga yang telah berlangsung sebelumnya. Mulai dari ajang bergengsi Public Speaking Contest, Master of Ceremony Contest, hingga Daarul Abror Olympiade yang mempertandingkan cabang olahraga seperti sepak bola, futsal, bola tangkis, voli, dan tapak suci telah sukses digelar dan memanaskan suasana.

Disiplin adalah fondasi utama bagi seorang pemimpin. Tanpa disiplin, ilmu dan kemampuan lain tidak akan berguna maksimal.
- KH. Sofyan Abuyamin, pimpinan pondok modern Daarul Abror Bangka.

Persiapan Maksimal demi Kesuksesan Acara

Usai penyerahan tropi, sertifikat, dan medali bagi para pemenang pada Ahad pagi (03/05), suasana langsung bertransformasi. Para santri beserta para Asatidz pembimbing keperamukaan saling bahu membahu mempersiapkan segala keperluan perkemahan. Kerjasama yang solid ini menjadi bukti nyata kekompakan dan tanggung jawab yang tinggi demi suksesnya PRATADA VIII 2026.

Upacara Pembukaan Penuh Khidmat

Acara pembukaan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan bola. Upacara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, para dewan guru, serta seluruh anggota Pramuka santri putra.

Dalam amanatnya yang disampaikan dalam Bahasa Arab, Pimpinan Pondok selaku Inspektur Upacara berpesan agar seluruh santri senantiasa menjaga semangat dan berdisiplin tinggi. Beliau menekankan bahwa hal tersebut adalah bekal utama untuk menjadi pemimpin di masa depan, selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, selanjutnya dalam acara penutupan Dalam suasana api unggun yang menyala, beliau kembali menekankan pentingnya menjaga semangat agar terus membara. Semangat itu ibarat nyala api namun tak boleh padam.(Red).

Tampilan Apresiasi dan Kreativitas

Usai mengikuti upacara dengan tertib, para santri mempersembahkan berbagai penampilan memukau dari setiap pleton. Dengan piawai dan penuh percaya diri, mereka menampilkan yel-yel yang membakar semangat, sandi semaphore, hingga pensi cerita sejarah pahlawan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan pada sore harinya dilanjutka dengan aneka macam perlombaan.

1 / 5
Foto Kegiatan 1
Inspeksi Barisan oleh Inspektur dan para guru
2 / 5
Foto Kegiatan 2
Penampilan Pensi
3 / 5
Foto Kegiatan 3
Di Antara Perlombaan
4 / 5
Foto Kegiatan 4
Tenda ku Surgaku
5 / 5
Foto Kegiatan 5
Acara Api unggun

Rangkaian Acara Pratada

Kegiatan perkemahan ini berlangsung selama beberapa hari ke depan. Besoknya, Selasa 05 Mei 2026, agenda dilanjutkan dengan kegiatan Hiking yang menantang untuk melatih fisik dan mental, serta ditutup secara meriah dengan acara api unggun pada malam harinya.

📋 BERITA TERKAIT

Semoga kegiatan PRATADA VIII ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembentukan karakter santri yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi.

Lihat juga: Artikel lainnya di sini.👇👇👇👇👇👇👇👇

MENATA HATI, MENGASAH ILMU, MENGUKIR KETELADAN


Setiap perjalanan hidup dan tanggung jawab yang kita emban tentu menyimpan pelajaran berharga. Ada hikmah yang bisa kita renungkan bersama tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

BAGIAN PERTAMA: MENATA HATI DAN MEMBENAHI DIRI

Oleh; al-Ustadz. KH, Sofyan Abuyaamin

Seringkali kita lupa untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi diri, dan memperbaiki apa yang mungkin kurang. Ada nilai-nilai luhur yang bisa menjadi cahaya penuntun kita:

1. Membangun Etos Kerja dan Rasa Amanah

Bekerja dan beraktivitas bukan sekadar soal mencari nafkah, melainkan tentang bagaimana kita memaknai setiap tugas sebagai kepercayaan dan kesempatan besar.

- Hakikat Amanah: Sebuah tanggung jawab adalah ibarat janji suci. Mengabaikan atau melalaikannya bukanlah hal kecil, karena itu berarti kita tidak menjaga kepercayaan yang diberikan. Ingatlah, lawan dari kelalaian adalah ketekunan dan kesungguhan hati.

- Makna Ihsan: Ada keindahan dalam bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas tanpa mengharap pujian. Cukup Allah SWT yang Maha Mengetahui dan Maha Memberi Balasan. Niatkanlah setiap keringat dan usaha sebagai bentuk ibadah yang tulus.

2. Kunci Menjadi Lebih Baik

Untuk terus tumbuh dan berkembang, ada tiga hal indah yang bisa kita pegang:

1. Meluruskan Niat: Mencari rezeki itu suci, apalagi jika dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan amanah. Justru, kelalaian dalam tugaslah yang bisa menjadi penghalang datangnya keberkahan.

2. Kedisiplinan: Ketertiban bisa dilihat dari bagaimana kita mengatur waktu dan prioritas. Ketika kewajiban utama kepada Allah dijaga dengan baik, insya Allah urusan dunia dan pekerjaan pun akan terbentang dengan lancar.

3. Mengharap Ridho Ilahi: Jadikan keridhaan-Nya sebagai tujuan utama, melebihi sekadar pengakuan atau jabatan semata.

BAGIAN KEDUA: MENGASAH KEMAMPUAN DAN PEMAHAMAN

Oleh: al-Ustadz. KH. Ahmad Yani, SAg

Selain hati yang bersih, kita juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas dan kemampuan yang mumpuni dalam mengelola setiap urusan.

Tiga Bekal Utama

Agar setiap langkah membawa hasil yang maksimal, ada tiga kemampuan yang sangat berguna:

1. Pemahaman Konsep: Belajarlah untuk memahami gambaran besar dan tujuan dari apa yang kita lakukan. Jangan hanya bekerja "asal selesai", tapi pahami makna, visi, dan arah tujuannya.

2. Keahlian Teknis: Menguasai cara kerja dan metode yang benar agar setiap tugas diselesaikan dengan profesional.

3. Kemampuan Bersosialisasi: Bijak dalam berinteraksi, memahami karakter orang lain, dan mengambil keputusan yang tepat.

Cara Menyikapi Tantangan

Terkadang kita merasa jalan terasa berat karena kurangnya pemahaman akan tujuan. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu:

- Berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan kebenaran.

- Menggunakan pendekatan yang edukatif dan penuh kasih sayang.

- Selalu memotivasi diri dan orang lain untuk terus maju.

- Menghargai setiap proses dan kemajuan yang dicapai.

- Memiliki arahan yang jelas dalam setiap langkah.

RENUNGAN

Mari kita simak dan hayati pesan mendalam ini sebagai penyegar jiwa:

"MENGHIDUPKAN, BUKAN SEKADAR MENCARI PENGHIDUPAN."

Kehadiran kita di mana pun bukan sekadar untuk "mengisi ruang" atau hadir secara fisik semata. Tapi hadir untuk memberi manfaat, memberi warna, dan memberi pengaruh baik.

Bekerjalah bukan hanya karena perintah, tapi karena paham akan tujuan dan tanggung jawab besar di baliknya. Mari bangkit bersama, perbaiki niat, teguhkan amanah, dan perbanyak ilmu, demi kebaikan bersama dan ridho Allah SWT.


Optimalisasi Manajemen Organisasi di Pondok Modern Daarul Abror: Refleksi atas Tiga Pilar Kemampuan Manajerial

Pendahuluan


Pondok Modern Daarul Abror Bangka sebagai sebuah lembaga pendidikan dan dakwah tidak terlepas dari dinamika organisasi yang kompleks. 

Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya visi atau banyaknya program, tetapi juga oleh bagaimana organisasi tersebut dikelola. 

Dalam teori manajemen modern, dikenal tiga kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pengurus atau manajer, yaitu: Conceptual Skill, Technical Skill, dan Human Skill. 

Ketiga hal ini bagaikan tiga kaki yang menopang tegaknya sebuah organisasi agar berjalan seimbang dan maksimal.

Tiga Pilar Kemampuan Manajerial

1. Conceptual Skill (Kemampuan Konseptual)

Di Pondok Modern Daarul Abror, kemampuan untuk menyusun visi, merumuskan tujuan, dan melihat gambaran besar (big picture) sebenarnya sudah cukup baik. 

Para pembuat kebijakan telah memiliki rancangan yang jelas tentang arah dan idealisme lembaga. 

Skill ini memastikan bahwa semua program kerja selaras dengan cita-cita luhur pondok.

2. Technical Skill (Kemampuan Teknis)

Demikian pula dengan kemampuan teknis. Para pelaksana di lapangan bisa dikatakan telah menguasai metode, prosedur, dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas. 

Mulai dari administrasi, kepengasuhan, hingga pengajaran, secara teknis operasional sudah berjalan sesuai SOP yang ditetapkan.

 

3. Human Skill (Kemampuan Berinteraksi)

Di sinilah letak tantangan terbesar nya Meskipun dua skill sebelumnya sudah berjalan selayaknya, Human Skill menjadi kunci penentu yang paling dinamis dan rumit.

Permasalahan; 

Adanya Keberagaman 

Meskipun konsep sudah matang dan teknis sudah jalan, realitas di lapangan seringkali belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal ini disebabkan karena Human Skill yang masih perlu ditingkatkan.

Mengapa hal ini sulit? Karena organisasi di Pondok Modern Daarul Abror diisi oleh individu-individu yang memiliki:

- Latar belakang yang beragam (asal daerah, budaya, dan pendidikan sebelumnya berbeda).

- Tingkat pemahaman dan cara berpikir yang tidak selalu sama.

- Motivasi dan idealisme personal yang beraneka ragam.

Perbedaan-perbedaan ini sangat wajar, namun jika tidak dikelola dengan Human Skill yang terarah, justru kerap menjadi sumber masalah. 

Sinkronisasi antara pemahaman satu fihak dengan fihak yang lainnya seringkali belum menuju kearah titik temu. 

Akibatnya, muncul gesekan, kesalahpahaman, bahkan konflik kecil antar sesama anggota, anggota dengan pengurus dan lain sebagainya yang belum memahami kebijakan sepenuhnya,  bahkan dalam lingkup masyarakat luas dapat menimbulkan ledakan-ledakan yang cukup dramatis. 

Dampak terhadap Organisasi

Kekurangan dalam mengelola Human Skill ini bisa berakibat serius.

Kebijakan yang sudah disusun dengan baik secara konsep, menjadi tidak berjalan mulus saat diterapkan. 

Idealisme organisasi yang seharusnya menjadi tujuan bersama, terkadang tertutup oleh pemahaman sektoral atau perbedaan pandangan pribadi.

 

Alih-alih bergerak maju bersama, energi justru terbuang untuk menyelesaikan masalah internal yang seharusnya tidak perlu terjadi. 

Padahal, tujuan utama kita adalah melahirkan generasi yang unggul dan menjaga marwah Pondok Modern Daarul Abror.

Kesimpulan dan Harapan

Oleh karena itu, penguatan Human Skill adalah prioritas utama yang harus lebih difokuskan saat ini,  dimana permasalahan rentan terjadi di ranah tersebut. 

Kita perlu lebih banyak belajar untuk:

1. Membangun komunikasi dua arah yang efektif, baik anggota dengan anggota lainnya,  maupun anggota dengan pengurus. 

2. Menumbuhkan empati dan saling pengertian.

3. Menyelaraskan hati dan pikiran demi satu tujuan.

Karena bagaimanapun tepatnya nya strategi (Conceptual) dan  baiknya metode (Technical), semuanya akan hampa jika individu-individu di dalam maupun di luarnya tidak sepenuhnya memahami dan kurang memberikan dukungan. 

Seyogyanya kita perbaiki cara kita berinteraksi, agar Pondok Modern Daarul Abror bisa melangkah lebih kokoh, damai, dan berprestasi. Aamiin.

Nb: Altikel merupakan Opini penulis

Tiga Pilar Pendidikan di Pondok Modern Daarul Abror Bangka

 

Dalam upaya mencetak generasi muslim yang sempurna, berilmu, dan berakhlak mulia, Pondok Modern Daarul Abror Bangka menerapkan sebuah konsep pendidikan yang terintegrasi. Tiga sistem ini menjadi fondasi kokoh yang saling mengisi dan melengkapi, yaitu: Sistem Nilai, Sistem Sekolah, dan Sistem Asrama.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai ketiga pilar tersebut:


SISTEM NILAI (Value System)

Fondasi Spiritual & Karakter

Pengertian:

Sistem Nilai adalah landasan filosofis, ideologis, dan akidah yang menjadi jiwa dari seluruh kegiatan pendidikan. Sistem ini menentukan "mengapa" kita belajar dan "untuk apa" ilmu itu digunakan. Di Pondok Modern Daarul Abror, sistem nilai ini berlandaskan pada ajaran Islam yang lurus, membumi, dan sesuai dengan Al-Qur'an serta As-Sunnah.

 

Peran dan Fungsi:

- Sebagai Kompas: Menjadi arah tujuan agar seluruh program tidak melenceng dari prinsip keislaman.

- Pembentuk Karakter: Menanamkan moral, etika, sopan santun, dan akhlak karimah.

- Penyelarasan Ideologi: Menyelaraskan cara pandang santri agar memiliki pemahaman keagamaan yang sama dan kuat.

- Internalisasi Iman: Membuat santri tidak hanya "tahu" tentang agama, tapi juga "merasakan" dan "mengamalkan" nilai-nilai kebaikan dalam hidup sehari-hari.

Dalam Lembaga Pendidikan Islam:

Sistem nilai ini yang membedakan lembaga kita dengan lembaga pendidikan sekuler. Di sini, ilmu tidak dilepaskan dari moral, dan prestasi tidak dilepaskan dari ketakwaan.

 

SISTEM SEKOLAH (Academic System)

Pengembangan Intelektual & Keilmuan

Pengertian:

Sistem Sekolah adalah pola pengelolaan pendidikan formal yang berorientasi pada penguasaan materi akademis, kurikulum, dan metode pengajaran yang terstruktur. Sistem ini mencakup kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, penilaian, dan standar kompetensi.

Peran dan Fungsi:

- Transfer Ilmu: Proses penyampaian pengetahuan baik ilmu agama (Fiqih, Tauhid, Bahasa Arab, dll) maupun ilmu umum (Matematika, IPA, IPS, dll).

- Metodologi Terencana: Menggunakan cara-cara yang efektif, modern, dan sistematis agar ilmu mudah diterima.

- Pengasahan Otak: Melatih cara berpikir kritis, analitis, dan logis.

- Standar Kompetensi: Memastikan santri memiliki kualifikasi keilmuan yang terukur dan siap bersaing.

Dalam Lembaga Pendidikan Islam:

Sistem ini membuktikan bahwa Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Pondok Modern tidak hanya mengajarkan kitab kuning, tetapi juga membekali santri dengan wawasan luas agar mampu menjawab tantangan zaman.

SISTEM ASRAMA (Boarding System)

Pembentukan Kepribadian & Kemandirian

Pengertian:

Sistem Asrama adalah pola pendidikan yang diterapkan melalui kehidupan bermukim bersama dalam satu lingkungan hunian. Ini adalah pendidikan non-formal yang berlangsung 24 jam, di mana santri belajar hidup mandiri, disiplin, dan bersosialisasi jauh dari keluarga.

Peran dan Fungsi:

- Pembiasaan (Ta'lim): Membiasakan ibadah, bangun pagi, tidur teratur, dan menjaga kebersihan.

- Sekolah Kehidupan: Belajar berbagi, menghargai orang lain, mengatur keuangan, dan mengurus diri sendiri.

- Penguatan Ukhuwah: Membangun persaudaraan yang kuat tanpa memandang latar belakang suku atau golongan.

- Pengawasan Maksimal: Lingkungan yang terkendali membuat pembinaan karakter lebih mudah dilakukan dan terpantau.

Dalam Lembaga Pendidikan Islam:

Sistem asrama adalah laboratorium nyata. Di sinilah Sistem Nilai dan Sistem Sekolah diuji dan dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Seorang santri dituntut untuk konsisten antara apa yang dipelajari di kelas dengan apa yang dilakukan di kamar asrama.

HUBUNGAN KETIGA SISTEM 

Ketiga sistem ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membentuk sebuah kesatuan yang utuh (integrated system):

1. Sistem Nilai memberikan ARAH & JIWA.

2. Sistem Sekolah memberikan ILMU & CARA.

3. Sistem Asrama memberikan LATIHAN & PEMBIASAAN.

Jika hanya ada Sistem Sekolah tanpa Sistem Nilai, maka akan lahir orang pandai tapi tidak bermoral.

Jika hanya ada Sistem Nilai tanpa Sistem Sekolah, maka imannya kuat tapi ilmunya kurang untuk bersaing.

Jika tidak ada Sistem Asrama, maka pembentukan karakter akan sulit maksimal karena tidak ada kontrol lingkungan.

Oleh karena itu, di Pondok Modern Daarul Abror Bangka, ketiga pilar ini dijalankan secara bersinergi untuk melahirkan lulusan yang Shaleh secara spiritual, Cerdas secara intelektual, dan Tangguh secara personal.

YUDISIUM DAN WISUDA HAFALAN QUR'AN SISWA AKHIR TMI


BANGKA, Sabtu pagi 18 April 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman Pondok Modern Daarul Abror Kace Bangka. Hari ini menjadi momen bersejarah bagi 75 santri kelas akhir program Tarbiyatul Mu'alimin al-Islamiyya (TMI) yang resmi mengikuti acara Yudisium sebagai tanda kelulusan mereka.

 

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh santri putra, dewan guru, serta para tamu undangan khususnya orang tua/wali santri yang hadir untuk menyaksikan putra-putri tercinta menempuh tahap akhir pendidikan mereka.

 

Sambutan Penuh Makna

Acara dibuka dengan rangkaian sambutan yang menginspirasi. Pimpinan Pondok Modern Daarul Abror, Kh. Shofyan Abu Yamin, dalam sambutannya memberikan nasihat berharga serta apresiasi atas ketekunan para santri selama menuntut ilmu.

 

Tak kalah menyentuh, sambutan juga disampaikan oleh perwakilan wali santri, wali dari ananda Muhammad Aziz, yang mewakili rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh asatidz dan asatidzah. Sementara itu, perwakilan dari para wisudawan, Ananda Nadhif Arafi Ahmad, menyampaikan kesan dan pesan serta janji setia untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.

 

Wisuda para Hafidz Qur'an 6 juz

Salah satu keistimewaan yudisium tahun ini adalah digelarnya Wisuda Hafidz Qur'an. Sebagai target kelulusan yang wajib dicapai, para santri diharuskan menghafal minimal 6 Juz Al-Qur'an. Hal ini membuktikan bahwa lulusan TMI Daarul Abror tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat hafalannya dan dekat dengan Al-Qur'an. 

 

Bazar Produktif: Pesta Rasa dan Karya

Acara semakin meriah dan penuh warna setelah rangkaian acara resmi selesai. Setelah makan siang bersama yang terasa sangat hangat dan kekeluargaan, seluruh hadirin diajak untuk mengunjungi Bazar 

 


Di sini, pengunjung dimanjakan dengan berbagai stand yang menjual aneka makanan dan minuman yang lezat, koleksi kitab-kitab yang bermanfaat, hingga berbagai hasil karya kerajinan tangan yang unik dan kreatif. Semua stand ini dikelola dan dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh santri kelas 5.

 

Antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, terlihat sangat tinggi. Mereka tampak begitu gembira berkeliling melihat-lihat dan memilih barang-barang yang disukai. Suasana menjadi sangat hidup dan menyenangkan!

 

 Yudisium santriwati di Kampus Putri

Kesuksesan acara ini belum berakhir di sini. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, esok harinya, Ahad 19 April 2026, kemeriahan acara serupa akan dipindahkan ke Kampus Putri. Lokasinya sangat dekat, hanya berjarak sekitar 100 meter dari kampus putra, siap menyambut momen indah bagi para santriwati.

 


Semoga acara ini menjadi berkah dan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi seluruh keluarga besar Daarul Abror

MELIHAT PESANTREN DARI SISI YANG SESUNGGUHNYA

Dalam perjalanan waktu, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian masyarakat yang memiliki persepsi kurang baik terhadap lembaga pesantren. Seringkali pesantren dilabeli sebagai tempat yang identik dengan pembulian (bullying) dan kekerasan fisik. Pandangan ini tentu sangat menyederhanakan realita yang ada dan kurang melihat gambaran besar dari fungsi pesantren itu sendiri.
 
Padahal, pesantren pada dasarnya adalah cerminan dari pendidikan karakter yang dibangun sejak di lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Lembaga ini didirikan dengan tujuan utama mencetak generasi yang berakhlak mulia, bukan justru sebaliknya.
 
Pesantren Benteng dari Kenakalan Remaja
 
Jika kita melihat fenomena yang terjadi di masyarakat umum saat ini, tantangan yang dihadapi anak-anak jauh lebih besar. Maraknya pengaruh media sosial, gaya hidup bebas, hingga tindakan kriminal seperti geng motor, penyalahgunaan miras, dan narkoba adalah ancaman nyata.
 
Masalah utama seringkali terletak pada manajemen waktu. Pada sistem pendidikan umum, anak-anak bersekolah hanya dari pagi hingga siang atau sore hari. Sisanya, mereka memiliki waktu luang yang sangat panjang. Tanpa pengawasan orang tua yang seringkali terbatas karena kesibukan bekerja, waktu luang inilah yang justru menjadi "pintu gerbang" bagi timbulnya permasalahan sosial yang serius tersebut.
 
Di sinilah letak keunggulan sistem pesantren. Dengan pola asuh 24 jam (full day/boarding school), waktu santri diisi dengan kegiatan yang positif, ibadah, dan belajar. Secara tidak langsung, pesantren justru menjadi lembaga yang memberi ruang sesedikit mungkin bagi pelanggaran norma dan kenakalan remaja yang marak terjadi di luar sana.
 
Disiplin Bukan Kekerasan, Melainkan Aturan
 
Namun, kita juga harus bijak dan objektif. Mengakui bahwa pesantren itu sempurna tanpa masalah adalah hal yang tidak realistis. Tentu ada problema yang muncul, salah satunya adalah persoalan penegakan disiplin yang sering dilakukan oleh senior atau kakak kelas (sering disamakan dengan fungsi OSIS atau pengurus asrama).
 
Ada anggapan bahwa tindakan mereka seringkali terlihat keras atau menakutkan. Namun, jika kita tarik benang merahnya dengan kehidupan nyata di masyarakat, hal ini sebenarnya memiliki paralel yang menarik.
 
Di masyarakat luas, kita sering melihat oknum penegak hukum—seperti kepolisian—yang dalam menjalankan tugasnya terkadang dianggap bertindak di luar batas atau terlalu keras. Hal ini biasanya terjadi ketika menghadapi pelaku kriminal atau bahkan bawahannya yang tidak mau tunduk pada aturan, berani mengejek, atau melawan perintah.
 
Sama halnya di pesantren, penegak disiplin (kakak kelas) seringkali harus bersikap tegas karena menghadapi adik kelas yang bandel, melanggar aturan, atau tidak menghormati tata tertib yang berlaku. Tindakan tegas ini seringkali disalahartikan sebagai "kekerasan" atau "pembulian", padahal intinya adalah upaya penegakan aturan demi ketertiban bersama, meski memang metode penyampaiannya perlu terus diperbaiki agar lebih humanis.
 
Masyarakat perlu membedakan antara kasus individual dengan sistem pendidikan. Tindakan kekerasan yang mungkin pernah terjadi di satu titik tidak bisa dijadikan patokan bahwa seluruh pesantren adalah tempat yang buruk.
 
Sebaliknya, kita harus melihat bahwa pesantren hadir sebagai solusi untuk menjaga anak-anak dari arus negatif pergaulan bebas yang jauh lebih berbahaya. Problematika disiplin yang ada hanyalah bagian kecil dari proses mendidik karakter, yang prinsipnya sebenarnya sama dengan bagaimana aturan berlaku di masyarakat luas: ada aturan, ada penegak, dan ada konsekuensi bagi yang melanggar.

Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar begitu cepat hanya dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, tersimpan sebuah realita yang seringkali membelokkan pandangan masyarakat, yaitu budaya pemberitaan yang mengutamakan sensasi di atas kebenaran faktual.
 
Tidak dapat dipungkiri, media sosial dan portal berita masa kini seringkali terbiasa menyajikan berita dengan gaya yang dibesar-besarkan (sensationalism). Judul yang dibuat sedramatis mungkin, foto yang dipilih adalah momen terburuk, dan narasi yang disusun seolah-olah itulah gambaran utuh dari sebuah lembaga. Padahal, seringkali yang ditampilkan hanyalah sepotong kejadian buruk yang diambil dari konteksnya, lalu digemakan seolah-olah itulah kebiasaan sehari-hari.
 
Logika sederhananya begini: Berita tentang "sekolah yang aman dan nyaman" jarang sekali yang menjadi viral atau dibaca ribuan orang. Namun, satu berita tentang "insiden kekerasan" meski itu kejadian langka, akan langsung menyebar luas, dibahas di mana-mana, dan menjadi tontonan yang menarik perhatian publik.
 
Inilah yang kemudian membentuk persepsi keliru di benak masyarakat. Ketika mereka terus-menerus disuguhi tontonan buruk tentang pesantren yang diedit sedemikian rupa demi klik dan views, secara tidak sadar mereka terprovokasi untuk beranggapan bahwa di sana penuh dengan kekerasan. Padahal, mungkin di ribuan pesantren lain, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan sangat damai, penuh kasih sayang, dan tertib.
 
Realita vs. Sensasi
 
Kita perlu bijak memahami bahwa media memiliki kepentingan tersendiri untuk tetap eksis. Agar kontennya menarik dan "viral", konflik dan hal negatif adalah komoditas yang paling laku. Akibatnya, masalah kecil bisa terlihat menjadi sangat besar, dan kesalahan individu bisa dianggap sebagai kesalahan sistem.
 
Hal inilah yang seringkali tidak dilihat oleh masyarakat awam. Mereka menelan mentah-mentah apa yang tertulis di layar kaca, tanpa menyadari bahwa di balik tulisan tersebut ada kepentingan untuk mencari perhatian. Akhirnya, pesantren yang seharusnya dijaga kehormatannya sebagai tempat pendidikan, justru dicoreng-coret namanya hanya karena sebuah berita yang kebenarannya perlu dipertanyakan kembali proporsinya.
 
Menjadi Penonton yang Cerdas
 
Oleh karena itu, sudah saatnya kita sebagai masyarakat belajar menjadi konsumen informasi yang cerdas. Jangan mudah terhasut oleh judul yang provokatif atau gambar yang mengerikan. Sadarilah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial seringkali bukanlah gambaran utuh, melainkan hanya "potongan drama" yang dibuat agar terlihat menarik.
 
Pesantren adalah lembaga pendidikan yang didirikan untuk kebaikan. Memang tidak luput dari kesalahan atau kekurangan, namun sangat tidak adil jika dinilai hanya dari kacamata berita-berita sensasional yang lebih mementingkan popularitas daripada keadilan informasi.
 
Kesimpulan

Mari kita mulai melihat dengan mata hati dan logika, bukan hanya melalui apa yang ingin ditampilkan oleh algoritma media sosial.
 
Mari kita ubah persepsi, bahwa pesantren adalah tempat mencetak generasi tangguh, bukan tempat yang menakutkan.
 

Nb. Artikel ini tidak mewakili fihak pesantren, namun hanya opini dari pribadi penulis yang merupakan walisantri

Serah terima Jabatan Pengurus OPPMDA Periode 2025-2026

Acara ini menjadi simbol penting dalam regenerasi kepemimpinan di lingkungan santri, di mana estafet kepemimpinan  Organisasi Pelajar Pondok Modern Daarul Abror (OPPMDA) berpindah dari pengurus lama menjadi pengurus baru yang siap mengemban amanah selama satu tahun ke depan.
Pada kesempatan ini, pengurus lama menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas program-program yang telah dijalankan selama masa kepemimpinan mereka.
Acara puncak ditandai dengan prosesi serah terima jabatan yang ditandai dengan penyerahan simbolis dokumen kepengurusan dari ketua lama kepada ketua baru.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu asatidz, sebagai bentuk harapan agar kepengurusan OPPMDA periode 2025-2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh santri serta kemajuan Pondok Modern Daarul Abror Bangka.

Dengan berakhirnya acara ini, perjalanan baru kepemimpinan santri resmi dimulai. Semoga para pengurus baru mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi pondok tercinta.

 


Perayaan Iedul Adha di Pondok Modern Daarul Abror Bangka: Tradisi, Kebersamaan, dan Kreativitas Santri

Perayaan Iedul Adha selalu menjadi momen spesial di Pondok Modern Daarul Abror, Bangka. Tahun ini, rangkaian acara perayaan dimulai dengan takbiran keliling desa Kace, melibatkan seluruh santri putra dan para asatidz. Suara takbir yang berkumandang di sepanjang jalan menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, menambah semarak malam menjelang hari raya.

Keesokan harinya, seluruh keluarga pondok berkumpul di lapangan untuk melaksanakan sholat 'ied. Dengan tertib dan khusyuk, para santri, santriwati asatidz, dan warga sekitar mengikuti rangkaian sholat dan mendengarkan khutbah yang mengingatkan pentingnya nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, dengan meneladani apa yang telah dilakukan nabi Ibrohim as dan Ismail as.

Setelah sholat 'ied dan salam-salaman, acara dilanjutkan dengan kegiatan pemotongan dan pembagian daging kurban. Para santri, guru dan karyawan bersama-sama membantu dalam proses pemotongan hewan kurban, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada warga sekitar dan keluarga pondok. Kegiatan ini selain ditujukan sebagai ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong dan berbagi kepada para santri.

Keceriaan terlihat saat kegiatan lomba nyate per asrama dimulai serta sorak sorai kegembiraan saat juri mengumumkan pemenang lomba. Setiap asrama berlomba menunjukkan keterampilan dalam memasak sate, dari persiapan bumbu hingga cara membakar yang sempurna. Kegiatan ini selain meningkatkan keterampilan memasak, juga mempererat ikatan antar santri dalam satu asrama.

Selain lomba nyate, ada juga kegiatan menghias kamar. Setiap anggota diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menghias kamar masing-masing. Dengan tema yang berbeda-beda, para santri berlomba menciptakan dekorasi terbaik, menampilkan kreativitas dan kerja sama tim yang solid.

Rangkaian acara ditutup dengan perlombaan rampak beduk. Dalam perlombaan ini, setiap kelompok santri menampilkan kemampuan mereka dalam memainkan beduk secara serempak dan harmonis. Suara beduk yang menggelegar menggema di seluruh pondok, menandakan puncak kemeriahan perayaan Iedul Adha.

Rentetan kegiatan di atas rutin dilakukan setiap momen 'iedul adha Tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk syi'ar dan ibadah li'ilaai kalimatillahi, tetapi juga untuk memupuk kebersamaan, gotong royong, serta kedisiplinan dan daya kreativitas para santri. Dengan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pondok, perayaan Iedul Adha di Pondok Modern Daarul Abror Bangka menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun karakter positif dalam diri para santri.

Buat Orang Tua Yang Memondokkan Anaknya

Saya buka tulisan ini dengan kabar gembira dari Allah Ta'ala, QS. Ar-Ro'd ayat 24.

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ

Dan keselamatanlah untuk Kalian sekeluarga (Surga Adn) atas kesabaran kalian waktu di dunia.

Iniliah ayat yang cocok sebagai apresiasi dan juga penyemangat bagi orang tua manapun yang memperjuangkan anaknya masuk ke pondok. Sebab salah satu modalnya adalah sabar. Sabar, sabar ketika semua harta habis berpuluh juta bahkan beratus juta untuk membiayai kehidupan dan pendidikan anak di pesantren, yang padahal dengan harta itu orang tua tersebut dapat membeli apa saja, dan investasi apa saja perihal dunia. Namun orang-orang tua yang Memondokkan anaknya memilih sabar menanam harta itu dalam pendidikan anak-anaknya demi buah dan bunga terbaik di hari yang kemudian juga secangkir kebahagian yang kelak diberikan anaknya di hadapan Allah Ta'ala kelak. 

Sabar, sabar juga ketika terus berlelah-lelah mengantar bolak-balik anaknya masuk ke luar pesantren, belum rasanya badan merebah, tiba-tiba anaknya menelepon sebab sakit, yang mau tidak mau harus segera ditengok walau badan bermandikan lelah dan keringat. Apalagi yang anaknya pernah merasa tidak kerasan dan tidak betah di pesantren. Ada masa, sabar Betul-betul diuji antara menyerah dan terus berjuang sebab jenuh hampir tiap hari mengantar putranya bolak balik pesantren dengan segala macam bujukan. 

Sabar, sabar juga tatkala ramainya rumah kini berganti sepi, sebab para penenang jiwa, penghibur lara jauh dalam dekapansedang berjuang di pesantren, Syukur yang masih ada adik atau kakaknya. Sabar akan betul kembali diuji saat anak tiga, tiga-tiganya berjuang di pesantren apa lagi anak semata wayang, kemudian rela dan sabar dilepas untuk berjuang di pondok pesantren satu-satunya anak tersebut. Dalam tiap malam air mata kadang tak mampu tertahan mengalir, merindukan putra-putri kesayangannya yang tak mampu dipeluk dan dikecup kepalanya. Syukur bagi orang tua yang pesantren putra-putrinya dekat, sepelemparan batu. Ketika rindu datang paling tidak akhir pekan pertemuan sebentar sudah begitu menenangkan jiwa. Lantas dengan orang tua yang memondokkan anaknya di luar kota, luar pulau bahkan luar negeri. Rindu begitu menyayat-nyayat hati di tiap keadaan seraya hanya pelukan Do'a yang dapat terucap lirih dalam lisan agar putra-putrinya yang jauh senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala.

Belum sabar-sabar yang lain, sabar dengan lamanya pendidikan, omongan orang yang begitu ragu jika anaknya dititip di pesantren, kadang harus kuat dan sabar dihadapi. Belum lagi kondisi kesehatan baik anaknya lebih-lebih kesehatannya sendiri sebab usia sudah tak bisa di bilang muda, rasanya betul-betul hanya anak yang mampu menjadi obat dan harapan tiada tara sebagai penguat keteguhan orang tua.

Wahai para orang tua yang begitu ikhlas berjuang, Engkau sudah Betul-betul mengamalkan perintah Allah Ta'ala dalam surah An-Nisa ayat 9

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Memondokkan anak, adalah ikhtiar kita membangun generasi yang kuat, agar peringatan Allah itu tidak terjadi pada keturunan kita. Saat kita pergi meninggalkan dunia, Na'udzubillah kita meninggalkan generasi yang lemah, lemah iman, lemah akhlak, lemah ilmu, lemah ekonomi dan lemah lainnya. Generasi-generasi yang tak mampu menjadi Pembela buat orang tuanya, agamanya, bangsanya. Pembela di dunia lebih-lebih di akhiratnya Allah. Generasi yang lemah hanya akan menyiksa batin orang tuanya di dunia, membuat merintih orang tuanya ketika ajal datang, sebab bukan lantunan Do'a yang dihaturkan justru pertikaian atas nama perebutan harta orang tuanya yang padahal jenazahnya masih ada di hadapan anak-anak itu. Apa lagi di akhiratnya Allah, jangan membawa ke surga. Anak-anak itu akan menuntut dan menyeret orang tuanya ke nerakanya Gusti Allah. 

Namun sebaliknya, berkat kegihihan Bapak Ibu Memondokkan anak, sebagai ikhtiar menguatkan generasi maka tangis demi tangis bahagia akan mewarnai kehidupan Bapak Ibunya. Ada haru bahagia saat mereka lulus dan wisuda di pesantren yang begitu membuat hati besar dan lega. Bahagia sebab pendidikan pesantren membuat mereka menjadikan Bapak Ibunya raja dan ratu bagi mereka. Hati orang tua mana yang tak meleleh saat anaknya bersimpuh di pangkuannya seraya berdo'a di tiap waktunya demi kesehatan dan panjang umur orang tuanya. Begitupun saat kita berpulang. Masing-masing dari anak-anak yang Sholeh tersebut berjajar bersahut membaca Al-

Qur'an. Tiada Ustad yang datang memandikan dan memimpin sholat jenazah kita. Sebab mereka anak-anak yang Sholeh hadir di sana memandikan jenazah kita, memimpin sholat jenazah kita dan turun mengazani kita untuk terakhir kali. Dapat dipastikan Wahai Para Bapak dan Ibu yang Memondokkan anaknya di pesantren. Itulah hari terbaik dan paling membahagiakan untuk kita sebagai orang tua. Sebab anak-anak kita hadir jadi pembela kita. Apa lagi kelak di hadapan Allah Ta'ala. Merekalah yang akan membela kita, memperjuangkan kita di hadapan Allah Ta'ala sehingga termasuk lah kita orang-orang yang

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. 

Allah, Mudah-mudahan Allah jadikan putra-putri kita sebagai penyejuk mata hati kita di dunia lebih-lebih Akheratnya Allah Ta'ala. Saya tutup tulisan ini dengan sebuah kisah. Pernah mendengar cerita dari seorang Kyai. Bahwa di surga ada sebuah majlis para Ambiya, Awliya dan Ulama serta Sholihin. Tiba-tiba obrolan santai di majlis tersebut dikagetkan dengan seorang penghuni surga yang tampak beterbangan dari satu gedung ke gedung lain, dari satu tempat ke tempat lain dengan wajah yang begitu bercahaya. Padanya terdapat sepasang sayap yang indah tersusun dari batu-batu yakut dan permata. Yang membuat ia mampu beterbangan ke mana saja ia suka. Ketika turun para Ambiya, Awliya dan Ulama bertanya. Siapakah gerangan anda.. Apakah anda orang Sholih, atau syuhada atau ahli ibadah sehingga Allah berikan derajat yang begitu tinggi. Kemudian fulan ini menjawab. Wahai kekasih-kekasih Allah, aku bukanlah ahli Ibadah, bukan juga pejuang agama Allah. Yang ku lakukan waktu di dunia hanya satu. Sebagai amaliyahku yang membuat aku mendapat derajat demikian. Aku titipkan anakku belajar agama di pondok pesantren, di tempat para ahli ilmu yang dekat dengan Allah. Kemudian Allah Ridho dan Allah jadikan anak-anakku anak yang Sholeh dan  Allah berikan padaku derajat demikian tinggi sebab itu wahai para kekasih Allah.

Berikut kami kutipkan nasihat Pimpinan Pondok Modern Gontor, Kiyai Hasan Abdullah Sahal, khususnya bagi orang tua milenial yang anaknya baru mondok;

Pertama, Tega. Orang tua harus tega meninggalakan anaknya di pondok. Biasanya para ibu punya sindrom gak tegaan.

Yakinkan pada diri Bapak/Ibu bahwa di pesantren putra-putri ibu dididik bukan dibuang, diedukasi bukan dipenjara. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan.
Yakinlah keadaan anak bapak jauh lebih baik dibanding keadaan saat Nabi Ibrahim alaihissalam meninggalkan putranya di gurun yang tandus tidak ada pohon sekalipun, apalagi MCK dan kantin

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman” …(QS. Ibrahim/14, 37)

Kedua, ikhlas. Sebagaimana kita sadar, bahwa anak kita dididik, dan diajar, kita juga harus ikhlas purta-putri kita menjalani proses pendidikan itu; dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dibatasi waktu tidurnya, dan sebagainya.

Kalau merasa anak Anda dibuat tidak senyaman hidup dirumah, silakan ambil anak itu serkarang juga. Pondok bukan funduk (hotel), pesantren tidak menyediakan pesanan. Lagi pula, guru dan ustadz belum tentu dibayar dari uang kita.

Ketiga, Tawakkal. Setelah menetapkan hati untuk tega dan ikhlas, serahkan semua pada Allah.
Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang dapat mengubah begitu saja santri-santrinya.

Kita hanya berusaha, Allah azza wa jalla mengabulkan doa. Doa orang tua pada anaknya pasti dikabulkan. Minta juga anak untuk rajin berdoa karena doa penuntut ilmu mustajab.

Keempat, Ikhtiar. Poin ini yang utama adalah dana. Tidak semua pondok merupakan lembaga amal. Banyak pondok yang tidak menggaji ustadznya, masa’ harus dibebani dengan membiayai santrinya juga. Imam Syafi’i sendiri berpesan mengenai syarat menuntut ilmu adalah dirham (baca: uang/rupiah). Insyallah, semua yang dibayarkan bapak-ibu 100% kembali pada anak-anak.

Kelima, yang terakhir, Percaya. Percayalah bahwa anak bapak-ibu dibina, betul-betul dibina. Semua yang mereka dapatkan di pondok adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan.

Jadi, jangan salah paham, jangan salah sikap, jangan salah persepsi. Jangan sampai, ketika ibu-bapak berkunjung menjenguk anak, kebetulan melihat putra-putrinya sedang mengangkut sampah, kemudian wali santri mengatakan “ngak bener nih pondok, anak saya ke sini untuk belajar, bukan jadi pembantu”.

Ketahuilah bapak, ibu… putra-putrimu pergi ke pesantren untuk kembali sebagai anak berbakti. Dalam tiap malam air mata kadang tak mampu tertahan mengalir Jangan beratkan langkah mereka dengan kesedihanmu. Ikhlaskan, semoga Allah rahmati jalan mereka.

Izinkan admin menutup tulisan ringkas ini dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا

Bertemulah jarang-jarang agar cinta makin berkembang.
(Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thabrani dan Baihaqi dengan sanad shahih)

 Sumber:www.assiddiqiyah2.com