PONDOK MODERN BERDIRI DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN
Tampilkan postingan dengan label Momentum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Momentum. Tampilkan semua postingan
Idul Adha Pondok Modern Darul Abror
📅 Rabu, 27 Mei 2026 | Kegiatan Santri: Mulai Puasa Arofah 9 Zulhijjah

RANGKAIAN KEGIATAN SANTRI PADA PERAYAAN'IDUL ADHA DI PONDOK MODERN DAARUL ABROR BANGKA

BANGKA, 27 Mei 2026 –

Kaos
Kayu
Daur
Catering
Kue

Pagi itu, langit terlihat mendung dengan hawa yang sejuk dan syahdu menyelimuti lingkungan Pondok Modern Darul Abror, Bangka. Di tengah suasana damai nan berkah tersebut, sebanyak 1.200 santri putra-putri, para orang tua wali santri, serta seluruh pengajar dan karyawan berkumpul khusyuk di lapangan samping Masjid Ar-Raudhoh. Semuanya hadir dengan hati gembira untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Sebagai bentuk kesucian hari raya, sejak pagi hari para santri juga telah melaksanakan ibadah puasa Arofah bertepatan dengan tanggal 9 Zulhijjah.

Shalat Id dipimpin langsung oleh Ustaz Jafar Shodiq, S.Th.I, sementara tanggung jawab menyampaikan khutbah dipercayakan kepada Ustaz H. Jumari Ismanto, M.Ag. Dalam pidatonya yang menyentuh hati, Ustaz Jumari menyoroti makna mendalam di balik ibadah haji dan kurban, yang beliau sebut sebagai "Madrasah Agung" — sekolah kehidupan yang mengajarkan hakikat pendidikan Islam yang sesungguhnya.

"Kalau kita renungkan lebih dalam, rangkaian ibadah haji dan kurban itu ibarat kurikulum pendidikan karakter yang paling sempurna. Di dalamnya ada teladan nyata bagaimana ekosistem pendidikan yang ideal itu seharusnya dibangun."
— Ust. H. Jumari Ismanto, M.Ag

Beliau memaparkan bahwa dalam kisah pengorbanan ini, terdapat tiga peran utama yang harus dijadikan panutan dalam dunia pendidikan:

  • Nabi Ibrahim AS sebagai sosok pendidik atau guru yang penuh keikhlasan, keteguhan hati, dan kedekatan emosional.
  • Nabi Ismail AS sebagai sosok murid yang patuh, tunduk, dan memiliki sikap sam’an wa tha’atan (mendengar dan taat) tanpa banyak tanya.
  • Pondok Pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang harus terus hadir seperti "ibu pengasuh", tempat membentuk karakter santri agar tumbuh jauh dari krisis adab, perundungan, maupun sikap komersialisasi pendidikan yang marak terjadi di luar sana.

Khatib juga mengingatkan kembali prinsip dasar yang sudah menjadi pedoman hidup di pondok ini: "Segala sesuatu yang ada di pondok ini tidak ada yang bebas nilai. Semuanya, sekecil apa pun, mengandung nilai pendidikan." Para santri pun diajak untuk lebih peka dan menghargai setiap fasilitas serta kenyamanan yang mereka nikmati, yang lahir dari pengorbanan tukang bangunan, pengrajin mebel, ibu dapur, hingga doa orang tua di rumah.

🤝 MOMENTUM UNTUK TERUS BERBENAH

Usai shalat dan khutbah, Pimpinan Pondok Modern Darul Abror, Ustaz KH. Sofyan Abu Yamin, menyambut baik dan sangat mengapresiasi isi khutbah yang disampaikan. Menurut beliau, pesan yang disampaikan sangat relevan dan menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus berjuang memperbaiki kualitas diri.

"Momen Idul Adha ini harus menjadi titik tolak kita untuk terus memperbaiki diri. Tugas kita adalah meneruskan estafet perjuangan dan kebaikan yang sudah dirintis oleh para pendiri pondok ini, dengan jisman, ruhan, wa maalan (jiwa, raga, dan harta)."
— Ust. KH. Sofyan Abu Yamin

Acara pun berlanjut dengan momen hangat salam-salaman antara para ustadz, karyawan, dan seluruh santri. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental, seolah menghapus jarak antara pengajar dan anak didik dalam kebahagiaan hari raya. Rangkaian acara pagi itu ditutup dengan kegiatan ramah tamah di kediaman pimpinan pondok.

🐑 KURBAN DAN KUNJUNGAN WALISANTRI

Di waktu yang bersamaan, berlangsung pula prosesi pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan dengan tertib dan penuh ketelitian. Lingkungan pondok pun tampak ramai dikunjungi oleh para wali santri yang datang dari berbagai daerah. Mengingat kondisi lokasi kampus yang tidak terlalu luas serta akses jalan menuju pondok yang cukup sempit, kunjungan wali santri diagendakan berlangsung selama dua hari secara bergantian. Hal ini dilakukan agar suasana tetap aman, nyaman, dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

✨ KREATIVITAS SANTRI: HIAS KAMAR DAN KOMPETISI NYATE

Keseruan dan kreativitas santri semakin terlihat jelas saat sore menjelang malam. Para santri terlihat sibuk dan antusias menghias kamar masing-masing. Kasur-kasur ditata rapi menyerupai sofa empuk, dipadukan dengan beraneka ragam hiasan lampu berwarna-warni yang membuat suasana asrama jadi ceria, unik, dan penuh semangat kekompakan.

Puncak keseruan terjadi selepas shalat Isya. Tiap kamar mengadakan acara "Nyate" — kegiatan membakar dan menyajikan daging kurban — yang didampingi langsung oleh musyrif atau pembimbing masing-masing kamar. Daging yang sudah matang sempurna kemudiaan disajikan di atas meja panjang yang tertata rapi dan indah, siap untuk dinilai oleh dewan juri.

Penyerahan hidangan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, mengingat waktu sudah mendekati jam istirahat santri. Sesi penilaian baru akan dimulai setelah semua peserta selesai menyerahkan kreasi hidangan mereka masing-masing.

🏆 PARA PEMENANG 🏆
JUARA 1 Anggota Kamar Baghdad 3
JUARA 2 Anggota Kamar Baghdad 8
JUARA 3 Anggota Kamar Palestin 3

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat mereka mayoritasnya adalah anak-anak baru yang baru saja merasakan kebersamaan dan suasana hari raya pertamanya di lingkungan pondok. Semangat dan kreativitas mereka menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan kebersamaan di Pondok Modern Darul Abror terus berjalan dan menghasilkan buah yang manis.

Perayaan Iedul Adha di Pondok Modern Daarul Abror Bangka: Tradisi, Kebersamaan, dan Kreativitas Santri

Perayaan Iedul Adha selalu menjadi momen spesial di Pondok Modern Daarul Abror, Bangka. Tahun ini, rangkaian acara perayaan dimulai dengan takbiran keliling desa Kace, melibatkan seluruh santri putra dan para asatidz. Suara takbir yang berkumandang di sepanjang jalan menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, menambah semarak malam menjelang hari raya.

Keesokan harinya, seluruh keluarga pondok berkumpul di lapangan untuk melaksanakan sholat 'ied. Dengan tertib dan khusyuk, para santri, santriwati asatidz, dan warga sekitar mengikuti rangkaian sholat dan mendengarkan khutbah yang mengingatkan pentingnya nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, dengan meneladani apa yang telah dilakukan nabi Ibrohim as dan Ismail as.

Setelah sholat 'ied dan salam-salaman, acara dilanjutkan dengan kegiatan pemotongan dan pembagian daging kurban. Para santri, guru dan karyawan bersama-sama membantu dalam proses pemotongan hewan kurban, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada warga sekitar dan keluarga pondok. Kegiatan ini selain ditujukan sebagai ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong dan berbagi kepada para santri.

Keceriaan terlihat saat kegiatan lomba nyate per asrama dimulai serta sorak sorai kegembiraan saat juri mengumumkan pemenang lomba. Setiap asrama berlomba menunjukkan keterampilan dalam memasak sate, dari persiapan bumbu hingga cara membakar yang sempurna. Kegiatan ini selain meningkatkan keterampilan memasak, juga mempererat ikatan antar santri dalam satu asrama.

Selain lomba nyate, ada juga kegiatan menghias kamar. Setiap anggota diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menghias kamar masing-masing. Dengan tema yang berbeda-beda, para santri berlomba menciptakan dekorasi terbaik, menampilkan kreativitas dan kerja sama tim yang solid.

Rangkaian acara ditutup dengan perlombaan rampak beduk. Dalam perlombaan ini, setiap kelompok santri menampilkan kemampuan mereka dalam memainkan beduk secara serempak dan harmonis. Suara beduk yang menggelegar menggema di seluruh pondok, menandakan puncak kemeriahan perayaan Iedul Adha.

Rentetan kegiatan di atas rutin dilakukan setiap momen 'iedul adha Tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk syi'ar dan ibadah li'ilaai kalimatillahi, tetapi juga untuk memupuk kebersamaan, gotong royong, serta kedisiplinan dan daya kreativitas para santri. Dengan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pondok, perayaan Iedul Adha di Pondok Modern Daarul Abror Bangka menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun karakter positif dalam diri para santri.

Peringatan Hari Santri Di Pondok Modern Daarul Abror

Peringatan Hari Santri yg diadakan tiap tanggal 20 Oktober dilaksanakan oleh hampir seluruh pesantren di indonesia juga diikuti oleh pesantren-pesantren di kabupaten bangka.

Hari Santri Tahun 2023 ini mengangkat tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Tema ini merujuk pada santri yang memiliki peran besar dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Sejak adanya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo, Tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hal ini merujuk pada “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pondok modern Daarul Abror Kace sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bercorak pesantren yang setiap tahunnya melaksanakan upacara bendera di kampus pondok, di samping juga mengutus beberapa orang santri guna mengikuti upacara di pondok pesantren lainnya di kabupaten Bangka, namun pada peringatan upacara hari santri  kali ini mengambil lokasi di pondok modern Daarul Abror Kace Bangka sebagai tuan rumah.

Upacara bendera dihadiri oleh peserta yang terdiri dari kurang lebih 10 orang santri dan beberapa guru sebagai perwakilan dari tiap 28 pesantren yang tersebar di kabupaten Bangka, kegiatarn ini berlangsung di Lapangan sepakbola pondok modern Daarul Abror, Ahad (22/10/2023).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah serta elemen-elemen masyarakat, antra lain ; Asisten 1 Pj Bupati Bangka Bapak Muhammad Jumani, S.T selaku inspektur upacara, ketua PNU Kabupaten Bangka beserta pengurus-pengurusnya, Ketua MWC NU Kecamatan Mendobarat, Ketua MUI Bangka, Ketua PP.Muhammadiyah Bangka, Camat Mendobarat , Koramil, Kapolsek, Ketua-Ketua Organisasi dikepemerintahan lainnya.

Ketua Pelaksana kegiatan Peringatan Hari Santri Tingkat Kabupaten Bangka yaitu Al-Ustadz H. Shofyan Abdurrahman selaku Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren se Kabupaten Bangka yang juga hadir pada momen tersebut.

Usai melaksanakan upacara bendera dilanjutkan dengan penampilan-penampilan yang dilakukan oleh santri dari 28 pondok pesantren tersebut yang diawali oleh penampilan santri santriwati dari pondok moderen Daarul Abror yang menampilkan Fashion Show dan Tari nusantara dari santri putri, Tapak Suci dan Drum band dari santri putra, pesantren Bahrul ‘Ulum Sungailiat menampilkan Nasyid, Boxing dari pondok pesantren Al-Fatah Sleman, serta Hadroh dari MTHQ Puding Besar.

Acara dilaksanakan dengan cukup meriah dan ditutup dengan perfotoan dan makan siang bersama.

Editor; Al-Ustadz Yudi Safitra, M. Sh