Workshop Peningkatan Kompetensi Guru
Pondok Pesantren Daarul Abror Bangka
Hari Sabtu, 12 September 2026
Workshop merupakan bagian dari proses yang dilalui guna memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan bagi guru. Guru yang memiliki keterampilan memadai akan dapat memberikan pengajaran yang terus meningkat kepada segenap santri. Upaya ini dilakukan secara berjenjang dan terukur sesuai dengan realitas asesmen yang dilakukan baik dari internal maupun eksternal.
— Al-Ustadz Riko Alamsyah, M.Pd., Kepala Sekolah SMP IT & Sekretaris Pondok Modern Daarul Abror Bangka
Beliau yang juga sebagai penggagas acara workshop ini menegaskan bahwa pengembangan diri pendidik adalah kunci utama kemajuan lembaga. Dalam pelaksanaannya, setiap guru dilatih untuk mampu menyelesaikan setiap tahapan materi yang telah ditentukan. Kerja sama antar guru tampak begitu padu — saling mendukung, bertukar gagasan, dan memberikan apresiasi atas setiap kemajuan yang dicapai. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan utama agar ilmu yang dipelajari dapat tumbuh bersama.
Workshop ini diharapkan tidak hanya berdampak pada jangka pendek, melainkan terjalin secara berkelanjutan, menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Daarul Abror Bangka.
Mengukuhkan Empat Pilar Kompetensi Guru
Seluruh kegiatan berpedoman pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 10 Ayat (1) tentang Guru dan Dosen, yang menegaskan bahwa setiap guru wajib menguasai empat kompetensi utama:
- Kompetensi Pedagogik — memahami peserta didik, merancang, dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna
- Kompetensi Kepribadian — berakhlak mulia, mantap, dewasa, dan menjadi teladan bagi santri
- Kompetensi Sosial — berkomunikasi efektif, menjalin kerukunan, berkontribusi di lingkungan
- Kompetensi Profesional — menguasai materi, metode, dan keahlian secara mendalam
Khusus kompetensi pedagogik, dijabarkan menjadi lima langkah utuh yang menjadi panduan praktis:
Alur Pembelajaran Bermakna
Memahami peserta didik → Merencanakan pembelajaran → Melaksanakan proses → Menilai hasil → Memperbaiki secara berkelanjutan.
Memahami Konten yang Tumbuh Seiring Zaman
Para guru diajak menelusuri perkembangan pemikiran tentang konten pembelajaran — dari pandangan bahwa konten sekadar apa yang diajarkan, kini bertransformasi menjadi pengetahuan yang mengutamakan pemahaman mendalam, keterampilan, karakter, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi.
Paradigma ini selaras dengan Kurikulum Merdeka, di mana pengetahuan esensial tidak hanya disampaikan, melainkan dihayati, diterapkan, dan direfleksikan bersama Profil Pelajar Pancasila.
Memilih Model Pembelajaran yang Tepat
Guru diperkenalkan pada tujuh model pembelajaran aktif beserta langkah operasionalnya, agar tidak terjebak pada satu cara saja:
- Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) — melatih santri berpikir kritis memecahkan masalah nyata
- Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) — menyelesaikan tugas jangka panjang yang menghasilkan karya
- Pembelajaran Penemuan — membiarkan santri menemukan konsep sendiri melalui pengamatan
- Pembelajaran Berbasis Penyelidikan — menggali jawaban secara sistematis berdasarkan hipotesis
- Pembelajaran Kooperatif — belajar bersama, saling mengajarkan, berbagi tanggung jawab
- Pembelajaran Berpengalaman — belajar langsung dari pengalaman, refleksi, penerapan
- STEM/STEAM — mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, matematika, dan seni
Selain itu, diperkenalkan pula Model ABROR — pendekatan khas yang dirancang agar pembelajaran berlangsung mendalam:
Langkah Model ABROR
Apersepsi → Berkelompok & berdiskusi → Rancang kegiatan → Observasi pelaksanaan → Rembug hasil bersama
Asesmen: Mengukur Bukan Hanya di Akhir
Salah satu penekanan penting adalah bahwa penilaian tidak boleh menunggu sampai pelajaran selesai. Asesmen dibagi menjadi tiga peran utama:
- Asesmen untuk Pembelajaran — memberi umpan balik di tengah proses agar terus diperbaiki
- Asesmen sebagai Pembelajaran — melatih santri menilai diri sendiri & teman, tumbuh kesadaran kemajuan diri
- Asesmen atas Pembelajaran — mengukur capaian di akhir sebagai gambaran hasil belajar
Beragam teknik penilaian pun dipelajari — mulai dari observasi, kinerja, proyek, tes lisan, tertulis, penugasan, penilaian diri, penilaian teman, hingga portofolio — didukung instrumen jelas seperti rubrik, daftar cek, catatan anekdotal, dan grafik perkembangan. Tujuannya satu: setiap kemajuan tercatat, dihargai, dan diarahkan menuju kemajuan selanjutnya.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan satu hari, melainkan awal dari perjalanan panjang peningkatan kualitas pendidikan di Daarul Abror Bangka. Semoga setiap ilmu yang ditanam menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya, dan setiap langkah perbaikan membawa berkah bagi seluruh warga Daarul Abror Bangka, hari ini, esok, hingga masa depan. Aamiin




