Membangun Karakter Santri Anti Bullying
Pondok Modern Daarul Abror kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam budi pekerti. Hari ini, seluruh keluarga besar pondok berkumpul dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Karakter Santri Anti Bullying”, yang diselenggarakan bekerja sama dengan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Bangka.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh santri beserta para tenaga pendidik. Meskipun harus memanfaatkan ruang dapur santri yang diubah sementara menjadi aula, suasana tidak terasa sempit atau kaku. Justru keterbatasan itu menyatukan hati, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu lekat dan akrab.
Penyampaian materi oleh para narasumber terasa begitu hidup dan memikat. Mereka tidak hadir dengan gaya ceramah yang kaku, melainkan piawai meramu pesan-pesan penting dengan selingan candaan ringan yang menyegarkan. Hal ini membuat para santri tampak antusias dan bersemangat menyimak, tanpa merasa terbebani atau digurui. Setiap kalimat yang disampaikan diterima dengan hati yang terbuka.
Dengan menyandingkannya pada bahasa daerah yang sudah akrab di telinga, pemahaman menjadi lebih dalam, terasa lebih dekat, dan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Para narasumber menegaskan, bahwa perbuatan Melucon bukan sekadar bercanda atau hal lumrah yang biasa terjadi. Perilaku ini melukai hati, meruntuhkan rasa percaya diri, dan menghambat pertumbuhan seseorang secara utuh.
Maka, pembentukan karakter anti perundungan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri: berani berkata benar, berbuat adil, dan berani menjadi sahabat bagi siapa saja tanpa membeda-bedakan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara lembaga pendidikan dan instansi terkait dalam menjaga amanah melahirkan generasi beradab. Kehadiran seluruh guru turut memperkuat pesan bahwa perlindungan dan pembinaan karakter adalah tanggung jawab bersama, yang harus dijaga di setiap sudut kehidupan pondok.


